Rabu , 04 October 2017, 18:54 WIB

Nasyid Mulai Bangkit Lagi di 2017

Red: Andi Nur Aminah
dok pri
Tim Nasyid Izzatul Islam salah satu grup Nasyid di Indonesia (ilustrasi)
Tim Nasyid Izzatul Islam salah satu grup Nasyid di Indonesia (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lagu-lagu Nasyid atau senandung bernuansa Islami, tahun ini mulai bangkit lagi setelah sempat sedikit vakum beberapa periode. Humas Asosiasi Nasyid Nusantara, Ramdhan Wahyudin mengakui bangkitnya kembali lagu-lagu Nasyid ikut dipengaruhi oleh sejumlah pergerakan di negara-negara Muslim yang sedang bergejolak, seperti di Palestina dan juga situasi di Rohingya.

Ramdhan yang ditemui di acara Workshop Apresiasi Kesenian Religi yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta, Selasa (3/10) mengatakan, perkembangan lagu-lagu Nasyid tahun ini cukup menggembirakan. " Sejak akhir 2016 dan memasuki 2017 mulai ada lagi peningkatan, mungkin karena kembaganya mulai makin kuat, mulai tumbuh banyak komunitas Nasyid di berbagai daerah yang melahirkan grup-grup Nasyid," ujar Ramdhan.

Dia mengatakan, mulai pula muncul konser-konser di berbagai wilayah, yang menghadirkan ribuan orang. 'Akhir 2016 misalnya, grup Izzatul Islam, konser dan dibanjiri 3.000 an penonton saat konser di Depok. Itu bisa dikatakan pertanda pasar Nasyid mulai tumbuh lagi," katanya.
 
Mantan ketua Asosiasi Nasyid ini mengatakan, pada 1990-an, Nasyid sempat booming. Kemudian pada era 2000-an, makin terasa lagi saat televisi nasional mulai membuat program Nasyid. Pada era ini, Ramdhan mengatakan perkembangan musik Nasyid menghadapi persaingan ketat.

Di era imi pula, Ramdhan menjelaskan, generasi baru Nasyid mulai memakai beberapa varian instrumen musik. Beberapa di antaranya Seperti Brothers (Malaysia), Shaffix (Indonesia), Native Deen (Amerika). Kelompok-kelompok ini, Ramdhan mengatakan, merupakan grup Nasyid yang mengusung gendre hip-hop, R&B, akustik, band dan sebagainya. "Di era ini juga mulai bermunculan solois Nasyid," ujarnya.

Ramdhan menegaskan, Nasyid memang banyak terinspirasi dari adanya pergerakan dan pergolakan. Di Mesir dan Turki, Ramdhan mengatakan, Nasyid banyak lahir sebagai bentuk kekecewaan dan kekesalan mahasiswa Al Azhar dan sebagai bentuk perlawanan pada Israel. Kemunculan Nasyid di Indonesia pun, boleh jadi karena cukup banyak mahasiswa Indonesia yang pernah belajar di Mesir. Saat mereka kembali ke Indonesia, mereka pun membawa Nasyid ke Indonesia dan membuat grup-grup Nasyid. Sebut saja contohnya grup Nasyid Tauhid. "Ini adalah grup Nasyid pertama di Indonesia. Tema lagunya seputar jihad," ujar Ramdhan.


Berita Terkait