Selasa , 18 March 2014, 13:44 WIB

Nasyid Tak Pernah Mati (2-habis)

Red: Chairul Akhmad
Republika/Muhammad Taofik Hidayat
Salah satu grup nasyid tampil pada 'Festival Nasyid' yang digelar Republika dan iHAQI di  Kota Bandung, beberapa waktu lalu.
Salah satu grup nasyid tampil pada 'Festival Nasyid' yang digelar Republika dan iHAQI di Kota Bandung, beberapa waktu lalu.

Oleh: Rosita Budi Suryaningsih

Perjuangan mempertahankan nasyid dari terpaan musik Barat dan gaya hidup yang tak sesuai ajaran Islam, menurut Labib, akan lebih mudah lagi jika banyak digelar festival serupa. Festival ini menjadi ajang perkenalan bagi yang belum mengenal nasyid.

Grup lain yang tampil mengesankan dalam ajang Festival Nasyid Republika adalah Rhizmi. Beranggotakan empat orang yang memeang posisi sebagai vokal dan tiga orang lain memainkan alat musik. Grup ini meraih juara pertama dalam kategori grup mahasiswa.

Salah satu anggotanya, Ariny Fauziah (22), mengatakan, tujuannya memilih jalur nasyid adalah untuk mengenalkan budaya dan syiar Islam. "Nasyid itu sebenarnya sudah ada sejak zaman dulu, namun tidak pernah diekspos," ujarnya.

Muslimah yang masih menempuh studi di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Jati ini ingin berusaha melestarikan musik nasyid. Menurutnya, agar bisa lebih menarik minat banyak kalangan, penampilan nasyid harus lebih variatif. "Misalnya, menggunakan alat musik seperti band," katanya.

Ia pun optimistis dengan perkembangan nasyid ke depannya, dengan syarat nasyid harus mengikuti perkembangan zaman.

Kombinasi nasyid dan beatbox
Lagu-lagu religi akan terus ada di Indonesia, namun memang tak terlihat secara signifikan. Tengok saja dahulu ada grup Bimbo yang selalu bisa menyuguhkan lagu-lagu Islami yang meneduhkan hati, hingga yang booming terakhir ini adalah Opick dan Maher Zain.

Musisi pop terkenal pun sekarang membuat lagu religi ketika menyambut Ramadhan dan Idul Fitri. Rida mengatakan, tren musik religi akan selalu ada. Namun, memang tak bisa dibandingkan dengan musik pop yang bisa diterima semua orang. Bahkan, secara penjualan pun belum bisa bersaing.

Munculnya tokoh-tokoh musisi Islami baru, yang kemudian dielu-elukan oleh masyarakat sangat diharapkan. “Dengan mengeluarkan lagu Islami dan menjadi idola akan menginspirasi anak-anak muda khususnya untuk mengikuti jejak sang musisi,” kata Rida.

Dari sebagian peserta yang tampil dalam festival tersebut, diakuinya banyak yang membenamkan aliran musik baru ke dalam ranah musik nasyid. Paling banyak adalah menyisipkan beatbox.