Senin , 03 April 2017, 19:00 WIB

Pengamat: Nasyid Miliki Pengemar yang Paten

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Agung Sasongko
INI
Idola Nasyid Indonesia
Idola Nasyid Indonesia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat musik Benny Hadi Utomo tidak melihat musik nasyid turun drastis di era sekarang. Pengamat yang akrab disapa Bens Leo ini menilai nasyid justru masih bisa berjaya meski memang penjualan album cakramnya  tidak sebanyak tahun 90-an.

"Sampai saat ini sebetulnya mereka masih dibilang jaya juga karena industri sekarang tidak sebagus dulu dalam penjualan CD. Sehingga, tidak terlalu terdengar seperti dulu, itu berpengaruh juga terhadap mereka," ujar Bens belum lama ini.

Menurut dia, ada  perbedaan industri musik saat ini dengan era 90-an. Sekarang, industri rekaman lebih bersifat digital. Era seperti itu, menurut Bens, membuat penjualan album berbentuk CD turun. Alhasil, rekaman pun mulai berkurang. Sedangkan, pada era 90-an industri rekaman masih dalam bentuk CD. 

Kelompok nasyid, kata Bens, masih tetap eksis mengisi di berbagai acara.  Mereka lebih sering tampil di Malaysia dibandingkan di Indonesia. Hanya, Bens menyayangkan mereka tidak memberikan keterangan kepada media di setiap pertunjukan yang akan mereka gelar. Bens menegaskan, nasyid hanya seolah mengalami penurunan karena industri dalam bentuk CD juga lesu. Kondisi itu berdampak juga kepada promosi mereka di televisi. 

Bens mengatakan, nasyid merupakan bagian dari musik religi di mana lagu ataupun konsep musiknya lebih kepada musik Islami dan bentuk vokal grup. Menurut Bens, mereka sering menggunakan konsep sendiri dalam bermusik sehingga memiliki penggemar tersendiri. "Kelompok nasyid inilah sebetulnya adalah pola bagian dari perkembangan musik Islami yang ada di Indonesia. Yang lain-lain kan ada yang ngepop bisa dikatakan sebagai lagu pop Islami dengan lirik religi Islami," kata Bens.

Menurut dia, pesatnya beragam jenis genre musik Tanah Air dinilai tidak memengaruhi terhadap eksistensi musik nasyid. Mereka tetap berjalan sesuai dengan genrenya. Selain itu, Bens mengatakan, pesatnya jenis musik religi juga tidak membuat nasyid kehilangan pasar. Bens menilai, nasyid sudah memiliki penggemar sendiri yang paten. Kecuali, di antara personel nasyid ada yang memilih menjadi penyanyi solo.