Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Budi Cilok Sempat Stress Ditakdirkan jadi 'Iwan Fals'

Jumat, 30 Agustus 2013, 11:49 WIB
Komentar : 0
ist
Budi Cilok (Kiri) bersama Iwan Fals (Kanan) usai tampil bersama di peluncuran album Budi Cilok, Jumat (29/8) malam di Rolling Stones Cafe, Jakarta
Budi Cilok (Kiri) bersama Iwan Fals (Kanan) usai tampil bersama di peluncuran album Budi Cilok, Jumat (29/8) malam di Rolling Stones Cafe, Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kerasnya kehidupan jalanan yang dijalani seorang Budi Mulyono sejak usia 10 tahun tidak begitu membuatnya tertekan. Namun saat ia disebut sebagai peniru Iwan Fals, keinginannya untuk berada di jalur musik sempat membuatnya frustasi.

Budi yang lebih dikenal dengan nama Budi Cilok memang memiliki karakter vokal yang mirip dengan Iwan Fals. Tarikan suara, penekanan lafal dan pembawaanya sangat kental dengan Iwan Fals.

Jika seseorang hanya mendengar suara Budi bernyanyi, dapat dipastikan orang tersebut mengira Iwan Fals yang sedang bernyanyi.    

"Saya sempat frustasi, saya sempat memilih untuk tidak menyanyi lagi karena banyak orang yang nilai saya nyanyi niru Iwan Fals. Tapi ternyata tidak bisa, buktinya saya bisa berdiri di sini hari ini," tutur Budi saat ditemui dalam peluncuran album solo perdananya bertajuk "Sewajarnya", Kamis (29/8) kemarin di Rolling Stones Cafe, Jakarta.

Berangkat dari seorang penyanyi jalanan, Budi berhasil menembus dapur rekaman. Dengan karakter suara yang kuat dan bakat musikalitas yang tinggi, Budi memilih musik balad yang terbilang jarang di Indonesia.

Pemilihan musik balad, diakui Budi tak lepas dari kekagumannya pada Iwan Fals. Sedari kecil ia memang tumbuh dengan lagu-lagu Iwan Fals. Kampungnya di satu daerah di Bandung, Jawa Barat, dikatakan Budi juga menjadi basis penggemar Iwan Fals.

"Semua dari anak kecil, ibu-ibu, bapak-bapak, kakek-kakek hingga nenek-nenek di sana semua nyanyi lagu Iwan Fals," sebut Budi.

Di album ini, Budi menawarkan sembilan lagu, yakni 'Sepertiga Malam', 'Rapuh Bertahan', 'Matahari', '1/2 Hati', 'Sewajarnya', 'Titik Mimpi', 'Rombak', 'Pergerakan' dan 'Syukur'.

Di dalam penggarapan albumnya, Budi dibantu oleh Heirrie Buchaery, Sonata, Deny Kurniawan dan Edi Daromi, musisi senior yang sebelumnya pernah mendukung rekaman dan aksi panggung Iwan Fals.

"Budi mungkin benar-benar dekat Iwan, tapi setelah keseluruhan saya nanganin album ini ternyata ada banyak juga bedanya. Jadi kita olah lagu-lagunya tidak ke arah Iwan agar Budi punya warna suara sendiri," jelas Heirie Buchaery.

Di kesempatan yang sama, Ainul Hidayat selaku produser berharap album Budi Cilok ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

"Saya rasa ini memang waktu yang tepat untuk melahirkan karya kawan-kawan ini. Mudah-mudahan dengan kosongnya musik balad di tanah air ada kerinduan masyarakat akan musik ini. Kita mencoba untuk itu," jelas Ainul.


Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah dengan harta, benda dan diri mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah; dan itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.(QS At Taubah ( 9:20))
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar