Sunday, 1 Safar 1436 / 23 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ini Alasan Coldplay tak Jual Kursi Terdepan Dalam Konser

Friday, 06 July 2012, 22:30 WIB
Komentar : -1
Ap Photo
Vokalis Coldplay, Chris Martin (kiri) dan gitaris Jonny Buvkland beraksi dalam konser mereka di Edmonton, Alberta, Selasa (17/4) 2012.
Vokalis Coldplay, Chris Martin (kiri) dan gitaris Jonny Buvkland beraksi dalam konser mereka di Edmonton, Alberta, Selasa (17/4) 2012.

REPUBLIKA.CO.ID, -- Berita yang menyebutkan Coldplay tidak menjual deretan kursi terdepan dalam konser terungkap. Mereka ternyata mempersiapkan barisan terdepan untuk fans sejati mereka.

Coldplay memang tidak menjual tiket untuk barisan terbaik, namun sebelum konser mereka mengirimkan tim untuk memantau fans yang benar-benar bersemangat melihat aksi Coldplay.

"Sekarang band ini tidak menjual tiket untuk beberapa baris depan. Anggota kru diminta untuk mencari orang-orang yang terlihat benar-benar senang dan bersemangat untuk melihat aksi Coldplay dan kemudian kru itu akan memberikan tiket barisan depan ke orang-orang tersebut. Bagi mereka (fans yang terpilih), ini bagaikan Willy Wonka golden ticket,” ungkap seorang kru dalam blog grup tersebut.

Bagi mereka, fans sejati adalah mereka yang benar-benar antusias melihat penampilan Coldplay dengan penuh kegembiraan dan semangat, sehingga akan membawa dampak positif kepada masing-masing personel.

"Dalam European standing shows, barisan depan penikmat konser diisi oleh para fans yang sejak subuh sudah menunggu di depan pintu masuk dan berlari berlomba-lomba mendapatkan tempat terdepan,” tambahnya.

Reporter : mg07
Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Digitalspy
Sesungguhnya Kami telah mengutus (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan, dan kamu tidak akan diminta (pertanggungjawaban) tentang penghuni-penghuni neraka. ((QS.Al-Baqarah [2]:119))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Menanti Janji Jokowi Soal Perdamaian Palestina
 JAKARTA -- Sekretaris Komisi Pengkajian dan Penelitian Majelis Ulama Indonesia (MUI) Cholil Nafis mengatakan umat muslim di Indonesia bisa ikut mendesak pemerintah agar lebih...