Saturday, 25 Zulqaidah 1435 / 20 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bimbo: Musik Religi, Indonesia Terdepan

Thursday, 05 July 2012, 08:00 WIB
Komentar : 0
Republika
Bimbo
Bimbo

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Bimbo, grup musik yang terkenal dengan musik-musik bertema religi, menyatakan kalau bicara musik religi, Indonesia masih yang terdepan dan lebih baik dari negara tetangga.

"Kami memulai (lagu religi) tahun 70an, baru tahun ini masuk dari luar. Jadi kita sudah lebih depan dalam berkreasi lagu tema religi," ujar Sam Bimbo (70) pada peluncuran album baru Bimbo & Friends, "Warisan".

Sam menyebut dunia musik religi Indonesia sebagai menggembirakan.

"Di Indonesia itu bagus, lagu religinya beragam. Tidak ada yang sama, ada Opick, Snada, dan sebagianya. Jadi semuanya bersaing sehat," lanjut sulung dari kakak beradik Sam, Acil, dan Jaka ini.

Menurut lelaki bernama lengkap Muhamad Samsudin Dajat Hardjakusumah, plagiat hanya akan merugikan diri sendiri.

"Harus cari warna lagu sendiri dong, rugi kalau hanya meniru," kata Sam.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gadai SK, Jadi Cerminan Masalah RUU Pilkada?
 MAKASSAR -- Belakangan ini banyak anggota DPRD terpilih yang menggadaikan SK. Terkaiy hal tersebut pakar komunikasi politik Effendi Gazali menilai itu sebuah hal...