Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Anggota Super Junior Bergantian Ikut Wajib Militer

Rabu, 04 Juli 2012, 10:40 WIB
Komentar : -1
Kim Hong-Ji/Reuters
Super Junior
Super Junior

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Anggota Super Junior (SuJu) mengungkapkan mereka telah memutuskan untuk secara bergantian mengikuti wajib militer.

Hal ini disampaikan anggota Super Junior dalam konferensi pers peluncuran album ke enam mereka berjudul "Sexy, Free & Single", di Seoul, Selasa (3/7) waktu setempat.

"Semua anggota pernah membicarakan rencana untuk mengikuti wajib militer ini sepanjang hari," kata Shindong, salah satu anggota Super Junior.

"Haruskah kita mendaftar sekaligus, satu persatu, atau setengah-setengah, kami memikirkan semua opsi dan memutuskan bahwa yang terbaik adalah masuk satu persatu untuk mempertahankan Super Junior." katanya.

Sementara Yesung mengaku lega dengan adanya keputusan tesebut. 

"Saya penasaran, apa yang akan terjadi ketika Leeteuk hyung (kakak Leeteuk) masuk (wamil), tapi sangat lega mengetahui bahwa tidak masalah siapa pun yang ikut wamil, kami akan terus mempertahankan Super Junior," katanya.

"Saya pikir sangat baik ketika masih ada anggota lain yang aktif, meski ada satu atau dua anggota yang mendaftar (wamil)," ujar Yesung menambahkan.

Sedangkan Eunhyuk, rapper dalam grup tersebut mengatakan, "saya ingin Super Junior terus ada untuk waktu yang lama. Tidak masalah apa yang masing-masing anggota lakukan, mereka masih menjadi bagian dari Super Junior."

Pemimpin dari Super Junior, Leeteuk yang akan mengikuti wajib militer setelah promosi album terbaru, pun angkat bicara. Ia mengatakan mengikuti wajib militer adalah pekerjaan rumah terbesarnya dengan jadwal yang panjang.

"...Yang penting adalah saya pergi dan menyelesaikannya, sehingga saya dapat kembali untuk ikut andil dalam album selanjutnya. Saya akan kembali dan menunjukkan sisi terbaik dari diri saya," kata Leeteuk, seperti yang dikutip dari laman allkpop.

 

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar