Jumat , 18 May 2012, 13:03 WIB

Hasyim Muzadi: Alasan Pelarangan Lady Gaga Harus Komprehensif

Rep: Indah Wulandari/ Red: Yudha Manggala P Putra
AP
Lady Gaga saat tiba di Bandara Narita, Jepang.
Lady Gaga saat tiba di Bandara Narita, Jepang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Hasyim Muzadi menganggap konser Lady Gaga lebih banyak membawa kemudharatan bagi umat dibanding manfaat. Namun, ia juga meminta publik jangan mengukur pentingnya menolak konser karena faktor keimanan saja, melainkan ikut menyertakan aspek sosial lain.

"Apa yang diputuskan oleh Polri untuk tidak mengeluarkan izin konser Lady Gaga sudah tepat. Karena penyelenggaraan konser ini tidak seimbang antara manfaat dan kerugiannya (mudharatnya),"ungkap mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama, KH Hasyim Muzadi, Jumat (18/5).

Dampaknya, menurut pendiri pondok pesantren mahasiswa Al Hikam Depok ini bukan terbatas masalah keimanan. Tetapi juga masalah keamanan. Bahkan, lanjutnya, jika konser ini terus dipaksakan terselenggara bakal memperparah kerawanan 'perang budaya' yang sedang berkecamuk di Indonesia. 

"Perspektif HAM tidak bisa digunakan untuk hal-hal yang merusak serta menciptakan kerawanan. Kalau konser ini dipaksakan tentu menguntungkan yang berbisnis. Namun ujung-ujungnya akan menambah beban stabilitas saja," ungkap Kiai Hasyim.

Sehingga ia meminta berbagai pihak baik yang pro maupun kontra terhadap rencana konser itu menata kembali perspektif berpikirnya. Sang kiai pun meminta publik mengukur pentingnya melarang konser bukan hanya karena faktor keimanan saja. Lantaran butuh pemikiran komprehensif memandang segala sisi sosial pula untuk memutuskan.