Friday, 27 Safar 1436 / 19 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

Musik Etnik Takkan Mati

Wednesday, 01 February 2012, 02:00 WIB
Komentar : 2
antara
musik bambu
musik bambu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Musik adalah tren yang tak mati ditelan zaman. Sayangnya, musik etnik perlahan tertutup hingar-bingar musik pop dan luar negeri. Keprihatinan dan kepedulian terhadap musik etnik, mendorong mahasiswa ITB, Archie Anugrah, membuat publikasi musik etnik Indonesia.

"Banyak ide perangkat lunak yang ingin saya kembangkan, mulai dari yang sederhana sampai yang tidak masuk akal," ujar Archie. Tapi minimnya publikasi dan sosialisasi musik etnik, menjadi prioritas awalnya sekarang. Sebuah net label dia dedikasikan untuk jenis musik tradisional ini.

Mengusung nama Experia Net Label, Archie menyediakan wadah publikasi dan sosialisasi musik etnik Indonesia. Gratis. Beralamat di http://experialabel.wordpress.com wahana ini sejak awal dibangun bukan untuk tujuan komersial.

"Selain untuk melestarikan musik etnik Indonesia, diharapkan akan terbentuk komunitas musisi etnik," kata Archie. Harapannya, komunitas tersebut akan membawa budaya saling berbagi dan membawa daya tarik bagi masyarakat.

Reporter : Palupi Annisa Auliani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Barang siapa yang mentaatiku berarti ia telah mentaati Allah, dan barang siapa yang mendurhakai perintahku, maka berarti ia telah mendurhakai Allah. Barang siapa yang mematuhi pemimpin berarti ia telah mematuhiku dan barang siapa yang mendurhakai pemimpin berarti ia telah mendurhakaiku(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Gerakan Kelompok Ekstrimis, Din: Lawan dengan Ideologi
JAKARTA -- Menghadapi kelompok ekstrimis tak cukup dengan saling mengecam. Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia, Din Syamsudin menjelaskan harus ada tanding ideologi. Ia...