Sunday, 2 Muharram 1436 / 26 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

Musik Etnik Takkan Mati

Wednesday, 01 February 2012, 02:00 WIB
Komentar : 2
antara
musik bambu
musik bambu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Musik adalah tren yang tak mati ditelan zaman. Sayangnya, musik etnik perlahan tertutup hingar-bingar musik pop dan luar negeri. Keprihatinan dan kepedulian terhadap musik etnik, mendorong mahasiswa ITB, Archie Anugrah, membuat publikasi musik etnik Indonesia.

"Banyak ide perangkat lunak yang ingin saya kembangkan, mulai dari yang sederhana sampai yang tidak masuk akal," ujar Archie. Tapi minimnya publikasi dan sosialisasi musik etnik, menjadi prioritas awalnya sekarang. Sebuah net label dia dedikasikan untuk jenis musik tradisional ini.

Mengusung nama Experia Net Label, Archie menyediakan wadah publikasi dan sosialisasi musik etnik Indonesia. Gratis. Beralamat di http://experialabel.wordpress.com wahana ini sejak awal dibangun bukan untuk tujuan komersial.

"Selain untuk melestarikan musik etnik Indonesia, diharapkan akan terbentuk komunitas musisi etnik," kata Archie. Harapannya, komunitas tersebut akan membawa budaya saling berbagi dan membawa daya tarik bagi masyarakat.

Reporter : Palupi Annisa Auliani
Redaktur : Hafidz Muftisany
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu(QS.Al-Baqarah:45)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Doyan Minum Soda Tampak Lebih Tua?
SAN FRANSISCO -- Sebuah studi menemukan minuman bersoda dapat membuat sel-sel tertentu dalam tubuh menua lebih cepat. Peneliti University of California, San Fransisco menyimpulkan...