Rabu, 01 Februari 2012, 02:00 WIB

Musik Etnik Takkan Mati

Rep: Palupi Annisa Auliani/ Red: Hafidz Muftisany
antara
musik bambu
musik bambu

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Musik adalah tren yang tak mati ditelan zaman. Sayangnya, musik etnik perlahan tertutup hingar-bingar musik pop dan luar negeri. Keprihatinan dan kepedulian terhadap musik etnik, mendorong mahasiswa ITB, Archie Anugrah, membuat publikasi musik etnik Indonesia.

"Banyak ide perangkat lunak yang ingin saya kembangkan, mulai dari yang sederhana sampai yang tidak masuk akal," ujar Archie. Tapi minimnya publikasi dan sosialisasi musik etnik, menjadi prioritas awalnya sekarang. Sebuah net label dia dedikasikan untuk jenis musik tradisional ini.

Mengusung nama Experia Net Label, Archie menyediakan wadah publikasi dan sosialisasi musik etnik Indonesia. Gratis. Beralamat di http://experialabel.wordpress.com wahana ini sejak awal dibangun bukan untuk tujuan komersial.

"Selain untuk melestarikan musik etnik Indonesia, diharapkan akan terbentuk komunitas musisi etnik," kata Archie. Harapannya, komunitas tersebut akan membawa budaya saling berbagi dan membawa daya tarik bagi masyarakat.