Kamis , 07 December 2017, 13:45 WIB

AAC 2, Dipandang Film yang Menghargai Kemajemukan

Rep: Hartifiany Praisra/ Red: Indira Rezkisari
Republika/ Wihdan
Produser Film Manoj Punjabi (tengah) memberikan paparan terkait Film Ayat-Ayat Cinta 2 saat peluncuran di Jakarta, Rabu (6/12).
Produser Film Manoj Punjabi (tengah) memberikan paparan terkait Film Ayat-Ayat Cinta 2 saat peluncuran di Jakarta, Rabu (6/12).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Premier film Ayat-Ayat Cinta 2 yang diselenggarakan di XXI Plaza Indonesia, Jakarta, pada Rabu (6/12) malam dihadiri oleh sejumlah tokoh masyarakat. Sebut saja Arzetti Bilbina, Calvin Jeremy, Morgan Oey, Adhyaksa Dault dan Din Syamsuddin. Hadir juga beberapa undangan dari negara tetangga, Malaysia.

Utusan Khusus Presiden untuk Dialog dan Kerjasama Antaragama dan Peradaban, Din Syamsuddin, hadir bersama istri sebagai salah satu penonton premier film AAC 2. "Saya harus memberikan kesaksian bahwa film ini sangat sangat baik. Baik dari segi artistik, kualitas sinematografi dan yang paling penting isi, substansi. Sangat indah tidak seronok kemudian penuh isi dan makna serta pesan-pesan moral," kata Din ketika ditemui Republika.co.id usai menonton.

Mantan Ketua MUI ini menuturkan bahwa sutradara, Guntur Soeharjanto dan penulis novel, Habiburrahman El Shirazy berhasil menampilkan idealitas Islam yang selama ini ingin diperjuangkan. Menurutnya film ini berhasil mampu memperlihatkan Islam sebagai umat yang menghargai kemajemukan.

"Film ini juga berhimpit dengan falsafah negara kita Bineka Tunggal Ika yang terdapat pada realitas," katanya. Realitas atau keadaan nyata ini yang menurut Din memang dipraktikkan dalam umat Islam. Film ini dipandang memberikan solusi baik dalam situasi buruk dan bahkan konflik di dalamnya.

Namun Din merasa kurang puas meski sudah menjadi penonton pertama yang menonton film ini sebelum tayang secara resmi di bioskop pada 21 Desember mendatang. Dia berpesan agar masyarakat Islam ikut untuk menonton film ini.

"Saya berpesan pada masyarakat Islam untuk menonton ini. Karena saya sendiri belum puas dan akan menonton lagi," kata Din.