Jumat , 07 Juli 2017, 18:28 WIB

Yang Berbeda dari Film Ayat Ayat Cinta 2

Rep: NOVITA INTAN/ Red: Indira Rezkisari
Republika/Novita Intan
Para pemain karakter di film Ayat Ayat Cinta 2, Fedi Nuril, Dewi Sandra, Tatjana Saphira dan Chelsea Islan.
Para pemain karakter di film Ayat Ayat Cinta 2, Fedi Nuril, Dewi Sandra, Tatjana Saphira dan Chelsea Islan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Berharap bisa menyusul kesuksesan film pertamanya, film Ayat-Ayat Cinta 2 akan segera memulai proses produksi. Rencananya Ayat-Ayat Cinta 2 akan ditayangkan pada Desember 2017.

Film ini memikul beban kesuksesan dari film pertama Ayat-Ayat Cinta (AAC) yang ditonton lebih dari 3,5 juta penonton pada 2008 silam. Cerita dalam film ini kembali mengangkat kisah dari novel karya Habiburrahman El Shirazy yang berjudul sama.

Film AAC 2 akan disutradarai oleh Guntur Soehardjanto, yang sebelumnya pernah meraih sembilan penghargaan dalam Festival Film Indonesia 2005 berkat film televisi Juli di Bulan Juni. Guntur yakin film besutannya nanti dapat kembali mencuri hati para penonton.

Aktor Fedi Nuril kembali didaulat sebagai Fahri, pemeran utama pria dalam film ini. Fedi mengaku senang ketika mendengar bahwa buku kedua Ayat-Ayat Cinta kembali naik ke layar lebar, terlebih karena dia sudah selesai membaca novel karangan Kang Abik tersebut.

Menurut ayah beranak satu itu, jalur cerita di novel Ayat-Ayat Cinta 2 berbeda dengan pendahulunya. Karakter Fahri yang dulu dilakoninya sudah berkembang jadi pria yang punya motivasi yang mendunia.

"Dia berusaha untuk meluruskan pemahaman yang salah bahwa Islam itu teroris," kata Fahri di Jakarta, Jumat (7/7).

Tak melulu soal kisah cinta, Ayat-Ayat Cinta 2 punya unsur yang membuat penonton merasa berdebar-debar. "Ada semacam twist ala ala genre film thriller," imbuh Fedi.

Kejutan itu membuatnya semangat untuk kembali menjadi Fahri, pria alim yang berhadapan dengan poligami. Fahri yang kini tinggal di Edinburgh dan menjadi dosen di University of Edinburgh, terpaksa menjalani kehidupan sehari-harinya sendirian. Bersama dengan Paman Hulusi, asisten rumah tangganya yang berdarah Turki, ia meneruskan kehidupannya tanpa Aisha.

Terkadang Fahri masih saja menangis saat mengingat kenangan-kenangannya bersama Aisha. Kenyataan bahwa istri yang sangat dicintainya itu kini menghilang entah kemana, membuatnya nelangsa dan hampir putus asa. Maka ia menghabiskan hari-harinya dengan menenggelamkan diri dalam kesibukan pekerjaan, penelitian, mengajar dan bisnis yang dulu dikelola berdua bersama Aisha.

Aisha menghilang dalam sebuah perjalanan ke Palestina bersama teman wanitanya saat ingin membuat cerita dan reportase tentang kehidupan di sana. Teman Aisha ditemukan dalam keadaan sudah kehilangan nyawa dan kondisi tubuh yang mengenaskan dan sudah mungkin kondisi Aisha juga sama sama meski tubuhnya belum ditemukan saat ini.

Sudah lebih dari dua tahun Fahri berduka dan tenggelam dalam usaha pencarian istri yang sangat dicintainya itu. Ia pun pindah ke Edinburgh karena itulah kota yang sangat disukai Aisha di dataran Inggris. Dengan menyibukkan dirinya, ia berusaha menyingkirkan rasa sedihnya sekaligus memperbaiki citra Islam dan Muslim di sana.

Ia berbuat baik pada tetangganya, menyebarkan ilmu agama pada berbagai pihak, dan membantu orang-orang yang butuh bantuannya tanpa memadang bulu. Berbagai kegiatan menyibukkan dirinya, hingga sebuah pertanyaan mengusik datang dari berbagai pihak. Akankah ia membujang seumur hidup setelah ditinggal Aisha? Akankah ia bertemu dengan istrinya itu sekali lagi ?

Ayat-Ayat Cinta 2 akan mulai memasuki masa syuting awal Juli mendatang. Sejumlah tempat yang nantinya akan menjadi lokasi syuting antara lain, Jakarta, Edinburgh (Skotlandia) dan Inggris. Film ini rencananya tayang di layar lebar pada Desember 2017.