Selasa , 10 Maret 2015, 16:13 WIB

Indonesia-Austria Restorasi Karya Affandi

Red: Ani Nursalikah
Antara
Seorang pengunjung sedang mengamati pameran karya keluarga sang maestro Afandi di galeri Nort Art Space (NAS), Pasar Seni, Jakarta, Jumat, (20/4). Pameran yang diselenggarakandari tanggal (20/4) sampai (25/5) mendatang ini merupakan karya keluarga dari Aff
Seorang pengunjung sedang mengamati pameran karya keluarga sang maestro Afandi di galeri Nort Art Space (NAS), Pasar Seni, Jakarta, Jumat, (20/4). Pameran yang diselenggarakandari tanggal (20/4) sampai (25/5) mendatang ini merupakan karya keluarga dari Aff

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia bekerja sama dengan Pemerintah Austria merestorasi sejumlah karya ciptaan pelukis terkemuka Indonesia Affandi.

"Pada Februari lalu kami telah membawa pakar dari Austria ke Yogyakarta untuk mengkaji mana karya yang butuh direstorasi," kata Duta Besar Austria untuk RI Andreas Karabaczek setelah bertemu Wakil Presiden Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jakarta, Selasa (10/3).

Menurut Karabaczek, untuk jangka panjang dibutuhkan lebih dari sekadar restorasi karya sehingga pihaknya juga mengusulkan ide untuk memodernisasi Museum Affandi yang terletak di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta.

Dia memaparkan, modernisasi yang dimaksud bukan hanya sekadar pembaharuan tetapi juga melakukannya dengan menerapkan konsep bangunan hijau. Dengan penerapan konsep tersebut, Museum Affandi ke depannya akan lebih selaras dengan prinsip-prinsip lingkungan seperti penghematan listrik dan beragam hal yang mencegah dampak perubahan iklim.

Ia juga mengemukakan, modernisasi itu tidak hanya untuk alasan kenyamanan tetapi juga agar kondisi museum sesuai dengan kondisi yang ideal untuk pemeliharaan lingkungan.

Deputi Setwapres Bidang Politik Dewi Fortuna Anwar mengatakan, kerja sama itu diharapkan dapat diperluas antara lain dalam bentuk pelatihan merestorasi karya seni.

Dewi mengakui saat ini kondisi sejumlah museum di Indonesia sudah kurang bagus dan tidak terpelihara dengan baik. Ia juga mengemukakan kemampuan pemerintah memelihara museum terbatas sehingga dibutuhkan keterlibatan pihak swasta.

Sumber : antara