Sabtu , 16 June 2012, 08:47 WIB

Begini Cara Rakyat Pakistan Lawan AS-NATO

Red: Endah Hapsari
army.mil
NATO-AS/ilustrasi
NATO-AS/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, RAWALPINDI---Ratusan orang melakukan prosesi di Pakistan barat laut menentang kemungkinan restorasi jalur suplai bagi pasukan NATO di Afghanistan.

Para demonstran meneriakkan slogan-slogan melawan Amerika Serikat dan sekutu NATO-nya serta mengatakan mereka akan menentang pembukaan kembali jalur suplai untuk NATO.

Pakistan menutup jalur suplai bagi pasukan NATO pada November lalu setelah pesawat-pesaway jet tempur AS membom pos perbatasan Pakistan dan menewaskan 24 tentara.

Pembicaraan untuk pembukaan kembali jalur suplai belum berhasil dan Amerika Serikat mengumumkan pada Senin bahwa mereka telah menarik perundingnya dari Islamabad setelah enam pekan pembicaraan.

Menteri Menteri Keuangan Pakistan Dr Abdul Hafeez Shaikh telah mengisyaratkan bahwa kesepakatan mengenai pembukaan kembali jalur suplai dapat segera ditandatangani karena sebagian besar masalah yang tertunda telah diselesaikan.

Dewan Pertahanan Pakistan (DPC), aliansi partai-partai keagamaan dan politik, mengorganisir unjuk rasa di kota-kota besar Pakistan untuk menentang keputusan pemerintah pada pemulihan jalur suplai NATO.

Ketua DPC Maulana Samiul Haq memimpin demonstrasi di kota barat laut Peshawar, demonstran mengatakan bahwa aliansi akan menolak kemungkinan pasokan NATO.

Dia mengatakan Amerika Serikat tidak menunjukkan hormat kepada parlemen Pakistan, yang menyerukan penghentian serangan pesawat tak berawak dan permintaan maaf juga diupayakan dari Amerika Serikat atas pembunuhan 24 prajurit Pakistan itu.

Dia menuntut Amerika Serikat untuk menghentikan serangan-serangan pesawat tak berawak di tanah Pakistan dan juga menghentikan campur tangannya dalam urusan dalam negeri negara itu.

Dia mengatakan Pakistan perlu dibebaskan dari pengaruh Amerika Serikat dan sekutunya, dan menuntut pemutusan semua hubungan dengan Amerika Serikat.

Para demonstran membawa spanduk-spanduk dan plakat-plakat, antara lain bertuliskan slogan-slogan menentang NATO.

Mereka berbaris melalui beberapa bazaar dan diakhiri di Lapangan Kabili di kota. Warga di kedua sisi rute itu berpawai mengumumkan dukungan mereka terhadap Dewan.

Sumber : Antara