Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Peringatan Hari Film Nasional di Purbalingga

Senin 01 April 2013 21:55 WIB

Rep: M Akbar/ Red: Hazliansyah

Rol Film

Rol Film

Foto: ingeyukiko.blogspot.com

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Apa yang sudah, sedang, dan akan kita lakukan adalah bagian dari sejarah. Film, tidak sekedar sebagai karya seni yang menghibur tapi juga sebagai sebuah karya ilmu pengetahuan yang kelak mempunyai nilai sejarah.

 

Dalam rangka memperingati Hari Film Nasional, Bioskop Rakyat #14 Cinema Lovers Community (CLC) Purbalingga memutar film spesial bertajuk “Anak Sabiran, Dibalik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip)” produksi Forum Lenteng. Pemutaran dilakukan pada Sabtu, 30 Maret 2013 pukul 19.30 dan Ahad 31 Maret 2013 pukul 15.30 di Mabes CLC Jl. Puring no. 7 Purbalingga.

 

Sutradara film “Anak Sabiran, Dibalik Cahaya Gemerlapan (Sang Arsip)”, Hafiz Rancajale menjelaskan, dalam film yang berdurasi 160 menit ini dihadirkan dua sudut pandang dari generasi yang berbeda dalam memaknai arsip dan sejarah gagasan dan wacana sinema Indonesia.

“Misbach Yusa Biran sebagai tokoh sejarah film yang mengalami perubahan dan perkembangan sinema Indonesia sejak tahun 50-an dan generasi baru dunia film Indonesia yang diwakili oleh beberapa narasumber,” tuturnya.

 

Hafiz menambahkan, benturan dan kolaborasi itu tidak sekadar membicarakan biografi seorang tokoh besar dalam film Indonesia saja, tetapi tentang gagasan besar dari memaknai arsip sebagai sebuah jembatan mengkonstruksi ulang masa lalu dan menafsir catatan-catatan sejarah itu untuk mencari kemungkinan-kemungkinan baru (baik teori, sejarah, kritik, dan lain sebagainya) bagi masa kini dan bahkan masa depan.

 

Menurut salah satu penonton, Doni Saputra, ia tidak banyak berkesempatan menonton film dan mempelajari tokoh perfilman Nasional. "Sebagian kecil saya akses dari Perpus Film dan Buku JKFB. Bila ke Jakarta, saya ingin datang ke Sinematek,” ujar pelajar yang telah menelorkan dua film pendek ini.

 

Penanggung jawab Bioskop Rakyat (Biora) Asep Triyatno mengatakan, sengaja secara khusus memutar film feature dokumenter tentang salah satu tokoh perfilman Nasional agar generasi pembuat film di Purbalingga tahu apa yang telah dilakukan generasi sebelumnya.

"Ini penting, bahwa apa yang telah meraka lakukan ada terkaitan dengan masa lalu, dengan sejarah," ungkapnya.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA

 
 

IN PICTURES

In Picture: Jujitsu West Java Open Championship I

Ahad , 18 February 2018, 20:49 WIB