Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Dirjen EKSB Jadikan Film Program Unggulan

Rabu, 20 Februari 2013, 19:54 WIB
Komentar : 0
ingeyukiko.blogspot.com
Rol Film

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dirjen Ekonomi Kreatif Berbasis Seni dan Budaya, Kementerian Pariwisata Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf), Prof Dr HM Ahman Sya, mengatakan, akan fokus dalam pengembangan dan apresiasi perfilman di Indonesia.

Ahman Sya resmi menggantikan Ukus Kuswara sejak 4 Desember 2012 silam. Sebagai "orang baru", Ahman tidak malu mengatakan dirinya akan bekerja sekaligus belajar mengenai tugas, pokok dan fungsi sesuai dengan rencana strategis yang telah disusun di tingkat kementerian.

"Kebetulan dibawah dirjen kami ini ada empat satuan kerja setingkat eselon 2. Ada Direktorat Jenderal Pengembangan Seni Pertunjukan dan Seni Musik, Direktorat Pengembangan Seni Rupa dan Direktorat Pengembangan Perfilman," tutur Ahman Sya saat berbincang dengan wartawan beberapa pekan lalu.

Dari tiga Direktorat tersebut, secara khusus Ahman menjadikan film sebagai program unggulan.

"Film ini satu produk kreatif yang memiliki tingkat keutuhan informasi dan bisa mengubah persepsi maupun tata cara kehidupan masyarakat dari kurang kreatif jadi kreatif dalam waktu yang cepat dan menyeluruh," kata Ahman.

Salah satu program yang tengah disiapkan pihaknya adalah penyelenggaran Hari Film Nasional yang jatuh 30 Maret mendatang. Dalam penyelenggaraan itu, Ahman mengatakan tidak akan membuat acara seremonial belaka.

"Kami tidak ingin hanya seremonial, paling tidak ada forum untuk membedah apa dan mengapa tentang film Indonesia di masa lalu, sekarang dan ke depan," ungkapnya.

"Akan ada sejarah perkembangan perfilman. Ini menunjukkan komitmen kita bahwa film itu penting untuk masa depan," demikian Ahman.

Redaktur : Hazliansyah
1.731 reads
Dan orang-orang yang beriman serta beramal saleh, mereka itu penghuni surga, mereka kekal di dalamnya. (QS Al-Baqarah [2]:82)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda