Thursday, 29 Zulhijjah 1435 / 23 October 2014
find us on : 
  Login |  Register

'The Scarecrow' Film Animasi 3D Palestina Pertama

Wednesday, 30 January 2013, 13:58 WIB
Komentar : 1
Bendera Palestina
Bendera Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, JALUR GAZA -- Teror Israel tak membuat kreatifitas warga Palestina mati. Tim animator Palestina akan segera meluncurkan film animasi 3D yang berjudul 'The Scarecrow'.

Tim produksi dari Gaza sedang memberi sentuhan akhir untuk film animasi tersebut. Film animasi berdurasi 40 menit itu merupakan yang pertama diproduksi warga Palestina.

Film tersebut mengisahkan seorang gadis yatim piatu yang memiliki orang-orangan sawah peninggalan orang tuanya. Orang-orangan sawah itu kemudian dibawa tentara Israel.

Menurut produser film, Khalil Almuzain, film tersebut mengangkat isu tentang kehilangan, sesuatu yang biasa dirasakan warga Palestina.

"Cerita mengambil isu yang sangat penting, kehilangan yang umum terjadi. Warga Palestina selalu kehilangan sesuatu, rumah mereka, ibu, ayah, dan anak," ungkapnya seperti dikutip Al-Arabiya, Rabu (30/1).

Menurut Khalil, rasa kehilangan adalah bagian paling menyakitkan bagi rakyat Palestina. "Kami melalui The Scarecrow ingin mengirim pesan kepada dunia tentang kisah kehilangan bagi Palestina, kehilangan semuanya. Kami berharap mereka mendapatkan pesan itu," terangnya.

Film 3D itu diproduksi Zaitoon Animation and Games. Rumah produksi itu merupakan bagian dari penerapan teknologi di Gaza University College. Tak tanggung-tanggung, klien mereka antara lain British Council, UNICEF, dan Bank Dunia.

Bank Dunia memberi dana untuk proyek tersebut. Mereka yang bekerja untuk film tersebut mengatakan situasi yang dihadapi rakyat Gaza digambarkan dalam film tersebut.

"Hubungan antara anak-anak di film ini adalah hubungan sederhana. Tapi pendudukan telah membuat hubungan itu lebih kuat sehingga mereka menghadapinya dan film menceritakan hal itu, " ungkap desainer, Osaid Madee.

Israel memperketat blokade Gaza setelah Hamas menolak mengakui negara Yahudi. Di bawah tekanan internasional, Israel mulai mengurangi pembatasan pada 2010 dan memungkinkan badan bantuan internasional masuk.

Sayangnya, produser film tersbeut menghadapi masalah keuangan. Dana 40 ribu dolar AS untuk film ini telah habis. Namun, mereka berkomitmen untuk menyelesaikan film tersebut tanpa uang tunai.

Reporter : Nur Aini
Redaktur : Karta Raharja Ucu
Anas Ra, pembantu rumah tangga Nabi Saw berkata, “ Aku membantu rumah tangga Nabi Saw sepuluh tahun lamanya, dan belum pernah Beliau mengeluh “Ah” terhadapku dan belum pernah Beliau menegur “kenapa kamu lakukan ini atau kenapa tidak kau lakukan ini.((HR. Ahmad))
FOTO TERKAIT:
VIDEO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...