Rabu, 16 Jumadil Akhir 1435 / 16 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Film Dredd Menjiplak The Raid? Inilah Jawaban Gareth Evans

Senin, 25 Juni 2012, 13:26 WIB
Komentar : 0
Amin Madani/Republika
Gareth Evans
Gareth Evans

REPUBLIKA.CO.ID, Lionsgate bersiap meluncurkan film terbaru berjudul Dredd. Sebenarnya, ini bukan film baru lantaran sekitar 17 tahun lalu, Sylvester Stallone membintangi film berjudul Judge Dredd yang diambil dari tokoh Joseph Dredd.

Namun, belakangan ketika terbetik kabar film Dredd bakal muncul, kekisruhan pun muncul. Film itu disebut-sebut punya alur cerita yang mirip dengan film box office Indonesia The Raid garapan Gareth Huw Evans yang rilis Maret lalu. Film yang berhasil menembuas angka 1,8 juta penonton selama beberapa minggu penayangan ini, bercerita tentang penggerebekan sarang penjahat yang berkumpul di 11 lantai apartemen terbengkalai.

Menghadapi berbagai komentar yang menyebut Dredd menjiplak The Raid, Gareth Huw Evans segera berkomentar. Lewat akun Twitter pribadinya, @ghuwevans, sutradara asal Wales ini menyampaikan bantahan dan mengungkapkan fakta tersendiri tentang film Dredd. “Sejujurnya, film Dredd ini sudah memulai syuting sekitar empat atau lima bulan sebelum film The Raid digarap. Jadi anggapan tentang jiplak-menjiplak itu sama sekali tidak benar,” ungkapnya.

Film The Raid sendiri saat ini sedang dalam proses pembuatan remake atau dibuat ulang untuk versi Hollywood. Iko Uwais dan Yayahan Ruhiyan, dua pemain utama The Raid, akan segera berangkat ke Amerika untuk menjadi koreografer pencak silat di Amerika.

Reporter : setyanavidita livikacansera
Redaktur : Endah Hapsari
Barangsiapa ingin disenangi Allah dan rasulNya hendaklah berbicara jujur, menunaikan amanah dan tidak mengganggu tetangganya( (HR. Al-Baihaqi) )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar