Monday, 30 Safar 1436 / 22 December 2014
find us on : 
  Login |  Register

'Bahaya! Bintang Porno Asing Leluasa Masuk ke Indonesia'

Monday, 25 April 2011, 16:01 WIB
Komentar : 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Maraknya bintang porno datang atau didatangkan ke Indonesia dinilai perlu diatur lebih ketat. Anggota Komisi VIII, Herlini Amran mengatakan sebaiknya pemerintah mulai memikirkan untuk mempersulit pihak yang mau masuk ke Indonesia. "Apalagi yang sudah jelas-jelas melakukan pelanggaran dan bertentangan norma dan nilai sesuai budaya Timur dan dimata masyarakat, tidak bisa masuk seenaknya," katanya di Jakarta, Senin (25/4).

Karena, dengan aturan pengetatan izin masuk Indonesia itu, ia meyakini bisa menghindari 'contoh buruk' yang mungkin ditularkan kepada anak bangsa. "Bahaya! Kalau bintangnya didatangkan akan menjadi contoh ideal bagi anak muda dan menjadi ide baru untuk mengikuti perilaku bintang tersebut," katanya.

Menurutnya, saat ini, porsi nilai dan norma yang diterapkan anak-anak tidak sebanding dengan banyaknya porsi atau konten porno yang diterima mereka. Ia mencontohkan materi keagamaan di sekolah yang dinilai tidak sebanding dengan materi porno yang diterima siswa di luar sekolah.

"Kalau sudah terlalu sering bergelut konten porno, otak akan terpengaruh. Konon, akibatnya, saat melihat orang, diotaknya selalu berpikiran porno terus dan pada akhirnya ikut mempraktikan," katanya.

Kondisi saat ini dianggapnya sebagai liberalism yang kebablasan. Karena kebablasan, semuanya serba semaunya. Reformasi pun keluar dari jalur. "Kalau satu hal dilarang, langsung muncul demo yang mengatasnamakan HAM. Janganlah semua dibenturkan pada HAM," katanya.

Peran MUI pun, lanjutnya seringkali tidak dianggap dan cenderung dilanggar. Seperti mengharamkan tayangan yang merusak akhlak yang tak bisa diterima semua pihak. "Seharusnya, hormati lembaga yang memberikan perhatian pada akhlak bangsa," katanya.

Reporter : Esthi Maharani
Redaktur : Djibril Muhammad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Kiprah Gamelan Sari Raras di California
CALIFORNIA -- Gamelan Sari Raras yang merupakan bagian dari Departemen Musik, University of California Berkeley (UC Berkeley). Dibentuk sejak tahun 1988 oleh Midiyanto,...