Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Hanung Bramantyo: Jangan Menilai Film "?" Tanpa Menonton Secara Utuh

Minggu, 10 April 2011, 13:30 WIB
Komentar : 0
Republika
Pemutaran perdana film Tanda Tanya karya Hanung Bramantyo di Djakarta Theater.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG - Sutradara Film "?" (baca: Tanda Tanya) Hanung Bramantyo menyatakan  untuk bisa memahami pesan dalam film ini ia menyarankan penonton untuk menyimak perjalanan cerita dari awal hingga akhir film. Dalam menyikapi pro kontra yang muncul, ia pun menegaskan bahwa film -- yang dibintangi Revalina S Temat, Agus Kuncoro, dan Hengky Sulaiman -- memang didedikasikan untuk memahami kebhinekaan secara utuh.

Hanung bertutur, tema agama dan pluralisme yang kompleks ini sangat lekat di masyarakat, termasuk konflik- konflik yang dapat ditimbulkan, mengingat keyakinan ini merupakan urusan yang paling sensitif. Namun tema- tema seperti ini sangat jarang diangkat dalam bahasa gambar. "Jarang sineas kita yang berani mengangkat tema- tema sensitif seperti ini dalam 'bahasa gambar' yang sarat makna," ujarnya.

Salah satu alasan untuk membuat film ini bersama Mahaka Picture, karena ia melihat ruang edukasi yang terbuka untuk mendidik masyarakat yang plural ini melalui film. Khusunya dengan mengangkat tema sensitif ini.

"Terus terang saja masyarakat kita butuh sekali edukasi seperti ini. Karena pendidikan kita tak pernah mengajarkan bagaimana melihat film atau televisi (terutama) dengan benar," ujarnya.

Padahal tayangan semacam ini jika terus- menerus dikonsumsi terus menerus akan bisa merubah gaya hidup. Yang lebih fatal juga bisa 'mencuci' otak.

Masyarakat sudah terlalu banyak dijejali dengan tontonan atau tayangan yang sebenarnya cenderung mengeksploitasi intelektual menengah ke bawah, dengan booming sinetron dan film genre horor atau bumbu seks.

"Apa yang bisa dilihat dalam film ini adalah bahasa pesan dan sudah saatnya masyarakat diedukasi melalui film. Karena itu '?' Adalah sebuah film yang butuh renungan dan kajian yang kritis," imbuh Hanung.

Terkait pro dan kontra atau kritik yang muncul pascapenayangan perdana, Hanung berpendapat itu merupakan hak untuk bisa menafsirkan film ini secara bebas.

Yang tak dikehendakinya, jika perbedaan tafsir ini memunculkan pemboikotan atau ajakan untuk menhujat film ini. Apalagi jika alasan yang digunakan adalah agama. "Ini berati belum memahami isi Alquran," imbuhnya.

Sehari sebelumnya, film Hanung juga ditayangkan perdana di Kota Semarang, tepatnya di Studio XXI Mall Paragon. Pemutaran perdana ini dihadiri Wali Kota Semarang, Semarmo HS yang juga ikut bermain dalam film ini.

Reporter : S owo Pribadi
Redaktur : Siwi Tri Puji B
3.147 reads
Jauhkanlah diri kamu daripada sangka (jahat) karena sangka (jahat) itu sedusta-dusta omongan, (hati)(HR Muttafaq Alaih )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Ressky Agassy Kamis, 26 April 2012, 00:08
Waduh, komennya bikin pusing semua..
Pro kontra terlahir difilm ini hanya karena pluralisme, emangnya sejauh mana kita paham pluralisme??
Intinya cuma toleransi kok,
  Dantri Kamis, 8 Maret 2012, 13:37
maklum zamannya udah kayak gini,,,, banyak terlahir orang yang kayak gitu...
  Abu Syahdan Jumat, 15 April 2011, 17:35
Saya tantang Bung Hanung untuk keluar dari keyakinan agama ISLAM kalau menurut Anda semua agama sama, silahkan pilih untuk menjadi NASRANI, YAHUDI, BUDHA, HINDU atau KONG HU CU toh semua sama kan?
  Plur Minggu, 10 April 2011, 22:09
SOMBONG juga pak gemblung ini.. gimana kalo yang muncul malah sebaliknya.. malah banyak org yang semakin teguh dengan agamanya, insya Allah..
smoga diperluas lagi saja wawasanya
  gemblung Minggu, 10 April 2011, 14:33
SOMBONG kali orang bernama HANUNG ini. Barang siapa yang terprovokasi menjadi murtad karena pengaruh nonton film ini atau jadi menganggap semua agama benar dan sama saja, maka semua yang terlibat dlm film ini termasuk REPUBLIKA yang slalu membela film ini akan ikut menanggung dosanya, insya Allah.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda