Senin, 21 Jumadil Akhir 1435 / 21 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Cholil Ridwan Kritik Film Tanda Tanya

Kamis, 07 April 2011, 20:33 WIB
Komentar : 0
SuaraIslam
Ketua MUI KH Cholil Ridwan
Ketua MUI KH Cholil Ridwan

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Film Tanda Tanya ‘?’ menuai kritikan dari KH. A. Cholil Ridwan, yang juga Ketua MUI bidang budaya.

Menurutnya, film garapan sutradara muda Hanung Brahmanatyo tersebut telah menyebarkan paham pluralisme agama. MUI memfatwakan pluralisme sebagai paham yang salah dan haram bagi umat Islam.

Letak pluralisme film tersebut, menurut Cholil terlihat dari narasi awal film tersebut. “...Semua jalan setapak itu berbeda-beda, namun menuju ke arah yang sama; mencari hal yang sama dengan satu tujuan yang sama, yaitu Tuhan.”

Menurut Cholil, Hanung dalam film ini mengambil posisi sebagai seorang yang netral agama. Yang memandang semua agama adalah menyembah Tuhan yang sama.

Cholil menilai, cara pandang kaum seperti itu, bukan cara pandang Islam. Karena Nabi Muhammad SAW sudah menegaskan, bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammada utusan Allah.

Reporter : mg18
Redaktur : Stevy Maradona
Malu adalah bagian dari iman.(HR. Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  sae arif Minggu, 15 Mei 2011, 14:21
seharusnya para ulama MUI lebih terbuka, bisa menerima masukan dan banyak baca ...

jadi, gak segampang itu menilai sesuatu, bukan hanya berdasarkan agama semata.
  Aditya Anggono Rabu, 20 April 2011, 10:23
Republika ko aneh ya, media yg seharusnya jd kebanggaan umat islam malah mendukung film berpaham pluralis seperti ini, sy sebagai pembaca setia republika kecewa..
  Azhar Akbar Rabu, 20 April 2011, 08:30
kalo ga menguasai ga usah sok tahu hanung...... dia itu ga usah Bikin film2 berbau islam,karena hanung kan ga ngerti islam
  kipli Sabtu, 9 April 2011, 07:43
Ni orang (Hanung) latar belakangnya aja nggak jelas. Jangan so belagak toleran. Tidak ada pluraisme agama. Hanung Bramantyo Lebay, gak ada kerjaan cari sensasi.
  endah Jumat, 8 April 2011, 09:55
begitulah Snouck Hongronje menghancurkan umat Islam.... kenapa kita tidak mau belajar dari pengalaman dan sejarah.... sudah begitu banyak fakta, kristenisasi dan pemurtadan dimuai dengan kamuflase menjadi bagian umat islam... ingat "kewaspadaan" berbeda dengan su'udzon...