Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

PWI Jaya akan Cabut Gugatan pada Luna Maya

Selasa, 22 Desember 2009, 03:42 WIB
Komentar : 0
JAKARTA--Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya mempertimbangkan untuk mencabut gugatan pidana terhadap artis Luna Maya. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua PWI Jaya Kamsul Hasan dalam perbincangan kepada Republika melalui saluran telpon.

Kamsul menegaskan, dalam proses pelaporan yang menggunakan pasal 27 ayat 3 yang termaktub di dalam Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU-ITE) merupakan delik aduan. Pasal tersebut berisi tentang pencemaran nama baik. ''Dengan demikian sangat mungkin untuk dicabut (tuntutannya). Saat ini kita sepakat supaya mendorong untuk menempuh jalan damai saja,'' kata Kamsul.

Kamsul juga menegaskan, sengketa yang terjadi dengan pihak Luna Maya tidak ada kaitannya dengan PWI Jaya. Dia mengatakan, proses pelaporan Luna Maya ke Polda Metro Jaya yang dilakukan pekan lalu adalah laporan atas individu pekerja infotainment. ''PWI Jaya bukan para pihak. Yang melaporkan bukanlah PWI tetapi Prio dari infotainment,'' ujarnya.

Saat ditanya perihal kehadiran Kamsul ke Polda Metro Jaya, dia menegaskan,''Kehadiran saya di sana sebagai pengacara dari Lembaga Bantuan dan Penegakan Hukum (LBPH) PWI Jaya, bukan sebagai ketua PWI Jaya.''

Kamsul juga menyatakan, sejauh ini pihak PWI Jaya masih tetap sejalan untuk tetap menolak UU ITE. Namun pada saat pelaporan kemarin, katanya, UU yang ada di negara ini untuk menjerat sesuatu di dunia cyber hanya ada UU ITE. ''Jadi mau nggak mau kita harus tunduk menggunakan hukum tersebut,'' tandasnya. akb/kpo
Siapa saja yang telah kami angkat untuk mengerjakan suatu pekerjaan/jabatan kemudian kami telah memberikan gaji, maka sesuatu yang diterima di luar gajinya yang sah adalah ghulul (korupsi)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Soal Gaza, Ini Harapan Warga Arab-Yahudi AS
NEW YORK -- Jejaring sosial bisa menjadi medium penuh hujatan, seperti terlihat saat pilpres di Indonesia dan terakhir di Amerika dengan memanasnya situasi...