Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Festival Film Animasi Indonesia Ke-5 Siap Digelar

Rabu, 14 Oktober 2009, 22:01 WIB
Komentar : 0
JAKARTA--Hajatan Festival Film Animasi Indonesia (FFAI) yang bertaraf Internasional kali ini akan diselenggarakan dengan sederhana pada tanggal 27-30 oktober. Walaupun demikian, kegiatan yang merupakan kelanjutan sebuah sistem panjang dari yang bersifat apresiatif hingga edukatif harus terus dilanjutkan, dalam rilis yang diterima redaksi Republika Online, Rabu (14/10).

Kegiatan itu juga menjadi sebuah kerja pencatatan perkembangan film animasi Indonesia kontemporer, minimal dalam dua tahun terakhir. Dengan segala ikhtiarnya, festival ini merupakan pelaksanaan yang ke-5 setelah sebelumnya digelar di Jakarta selama tiga kali dan penyelenggaraan ke-4 di Jambi.

Pemilihan tempat pelaksanakan festival di Desa Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, semakin meneguhkan kesederhanaan festival tersebut. Namun, hal itu bukan tanpa tujuan. Salah satunya adalah pembuktian, pengetahuan tentang animasi di Indonesia telah masuk ke relung desa, yang tumbuh dan menjadi agen penonton aktif terhadap film-film animasi yang diputarkan di televisi nasional atau pun melalui VCD dan DVD.

Keberadaan media cakram digital ini terbukti mudah didapatkan di kota-kota yang dekat Desa Grabag, seperti Yogyakarta, Magelang, Temanggung, Semarang, Salatiga, Surakarta dan Purworejo. Maka, eksperimentasi penyelenggaraan festival film bertaraf internasional di sebuah desa menjadi sesuatu yang menarik.

Pada FFAI ke-5 kali ini, di samping kegiatan pemutaran film-film animasi yang dibuat oleh para animator dan seniman dari Indonesia, juga akan diputar karya-karya animasi internasional, khususnya dari Asia, yaitu Filipina, Singapura, Thailand, Korea, Jepang, China dan Malaysia. Karya-karya lintas budaya ini akan membuktikan betapa animasi mampu memberi gambaran riil tentang perkembangan budaya dan kreatifitas anak muda dalam mengekspresikan gagasan dan pikirannya. Karya-karya ini memiliki gaya naratif tertentu, yang juga menggambarkan usaha bertutur kepada penonton dengan digital animation.

Pembukaan dengan film animasi hasil Workshop Animasi Institut Kesenian Jakarta bersama Maureen Shelwood (CalArts Amerika) dan sebuah film animasi panjang yang popular dari Amerika tentang ‘Cinta Terhadap Alam’ dan penghargaan terhadap kehidupan masa lalu,berjudul ‘UP’ .

Pemutaran karya-karya animasi Indonesia koleksi ANIMA dan FFAI dari tahun 2001 hingga saat ini. Kegiatan itu difokuskan pada pemutaran film-film animasi yang bermuatan pendidikan atau memiliki misi pendidikan, baik secara umum atau khusus.

Juga diadakan Workshop membuat film animasi video musik/klip dengan teknik cut-out animasi atau menggunakan gambar tangan yang dipotong-potong menjadi kolase. Teknik perekamannya menggunakan kamera still photo yang dipadukan dengan software yang secara khusus untuk menghidupkan gambar-gambar still menjadi animated. Diharapkan gambar-gambar yang diciptakan atau yang dianimasikan mencerminkan kebudayan Indonesia secara umum dan dititikberatkan pada bahasa visual yang memiliki muatan lokal dan popular di masyarakat Indonesia kontemporer.

Penutupan FFAI ke-5 akan diisi dengan screening rekaman Wayang Surodiro Jayaningrat, dengan dalang Ki Manteb. rin
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Zulkifli Hasan: Halal Itu Budaya Indonesia
JAKARTA -- Predikat negara dengan penduduk mayoritas Islam terbesar di dunia, membuat produk halal menjadi sesuatu yang penting di Indonesia. Bahkan Ketua MPR...