Kamis, 24 Jumadil Akhir 1435 / 24 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Audisi KCB Dari Mirip Zaskia Mecca Sampai Bokir

Jumat, 04 Juli 2008, 05:39 WIB
Komentar : 0
Ratusan orang memadati Aula Museum, Pontianak, Kalimantan Barat untuk mengikuti audisi film Ketika Cinta Bertasbih (KCB). Audisi yang berlangsung dua hari mulai Ahad hingga Senin (29-30 Juni) ini merupakan kali pertama diadakan di Pontianak. Karena baru pertama kali, maka tidaklah mengherankan jika casting untuk menjadi bintang film ini memberikan nuansa tersendiri dan cukup unik. Secara kasat mata, ada beberapa peserta audisi yang mirip dengan beberapa artis ternama.

Misalnya saja, peserta wanita bernama Lilia Sagita yang sekilas mirip dengan Zaskia Mecca, lalu Indah yang merupakan 'duplikat' dari Nia Ramadhani. Atau seorang pria yang mendaftar audisi untuk salah satu pemeran utama film KCB bernama Mujiono, tampak mirip dengan pelawak (alm) Bokir.

Karena kemiripan itulah yang membuat Mujiono didaulat oleh pembawa acara, Agus Idwar, untuk tampil ke depan saat detik-detik pengumuman lolos audisi. ''Lolos atau tidak, saya tetap bersyukur,'' kata Mujiono, yang sebenarnya memiliki bakat dengan akting yang cukup baik, tapi sayang, hasil akhir dia dinyatakan tidak lolos oleh juri yang terdiri dari sutradara KCB, Chaerul Umam dan aktris senior Neno Warisman.

Hal serupa juga dialami Liliana dan Indah yang di luar dugaan gagal untuk melangkah ke Jakarta. ''Kecewa sih pasti. Tapi saya senang dapat pelajaran berharga,'' ujar Liliana.

Audisi di Pontianak ini diikuti oleh sekitar 250 peserta. Dalam proses seleksi yang cukup ketat dan melelahkan, juri akhirnya menetapkan 19 peserta untuk melaju ke audisi berikutnya di Jakarta.

Audisi film KCB yang diangkat dari novel berjudul sama karya Habiburrahman El Shirazy ini untuk mencari lima pemeran utama, yakni Azzam, Eliana, Furqon, Anna, dan Husna. Proses pencarian bintang yang akan memerankan kelima tokoh tersebut sudah berlangsung sejak 14 Juni dan akan berakhir pada 13 Juli 2008. ''Audisi ini untuk mencari lima pemain yang tepat memerankan tokoh Azzam, Eliana, Furqon, Anna, dan Husna,'' ujar Badrian Nofiansyah, casting director dari SinemArt Pictures, perusahaan yang akan memproduksi film KCB.

Menurut Badrian, para calon lima bintang utama yang terpilih dari sembilan kota, Surabaya, Medan, Padang, Yogyakarta, Semarang, Pontianak, Bandung, Makassar, dan Jakarta itu akan masuk karantina di Jakarta. Mereka bakal mengikuti masa pelatihan, dan setelah itu diseleksi untuk mendapat peran. Para bintang yang sudah punya nama yang akan turut mendukung film ini, kata dia, juga tetap mengikuti proses casting.

Proses pemilihan kelima calon pemeran utama, lanjut Badrian, nantinya akan langsung ditangani oleh Kang Abik, sapaan akrab Habiburrahman El Shirazy, setelah terlebih dahulu diseleksi oleh sutradara film KCB Chaerul Umam, Didi Petet, Deddy Mizwar, dan aktris Neno Warisman.

''Kami berharap film KCB akan disukai masyarakat, menyamai atau bahkan melebihi kesuksesan film Ayat Ayat Cinta. Semoga mimpi ini bisa kelak menjadi kenyataan,'' papar Badrian berharap.

Yang benar-benar saleh
Sementara itu, Chaerul Umam mengatakan pihaknya akan berusaha mewujudkan mimpi masyarakat yang menginginkan KCB sebuah film yang baik, bukan hanya dari sisi cerita, melainkan juga keteladanan para pemerannya. ''Karena itu audisi ini bukan hanya mencari calon bintang film semata, tetapi juga sosok yang saleh di dalam maupun di luar film,'' tutur sutradara yang akrab disapa Mamang ini.

Salah seorang juri, Neno Warisman, menambahkan bahwa tim juri juga mempunyai kriteria-kriteria tersembunyi untuk mendapatkan calon yang sesuai dengan yang diinginkan. ''Dari 30 juta anak muda di Indonesia, saya yakin dapat mencari lima yang terbaik untuk film KCB,'' kata Neno yang berharap akan munculnya bintang film yang memiliki talenta, namun berakhlak mulia dan dapat menjadi lokomotif baru dalam dunia perfilman nasional.
Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar