Jumat , 01 September 2017, 10:20 WIB

Cara Asma Nadia Lindungi Anak dari Predator Internet

Rep: Shelbi Asrianti/ Red: Winda Destiana Putri
Daan Yahya/Republika
Asma Nadia
Asma Nadia

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Penulis Asma Nadia prihatin dan amat khawatir dengan maraknya "predator internet" yang terang-terangan membuat akun pedofil di media sosial. Ia menganggap hal tersebut menjadi pekerjaan rumah alias PR tambahan bagi para orang tua, terutama yang memiliki anak usia praremaja.

"Orang tua harus semakin membangun kepercayaan anak terhadap mereka supaya kalau ada aksi mencurigakan dari orang sekitar atau di media sosial, anak berani bercerita," ungkap perempuan kelahiran Jakarta, 26 Maret 1972 itu.

Langkah membangun kepercayaan itu telah ia lakukan kepada kedua anaknya, Eva Maria Putri Salsabila (21) dan Adam Putra Firdaus (16). Sejak dini, Asma dan suaminya bicara dari hati ke hati kepada anak-anak bahwa mereka bisa bercerita apa saja tanpa merasa dihakimi.

Hal tersebut dianggap Asma sangat penting agar anak selalu bersikap terbuka dan mau berbagi semua hal yang mereka alami. Terlebih, sejak usia 14,5 tahun, Adam sudah menjalani pertukaran pelajar selama setahun di Belanda dan kini belajar di akademi bola Spanyol.

Selain itu, kata Asma, orang tua harus membekali anak dengan pendidikan seks usia dini supaya dapat membedakan mana hal yang wajar dan tidak. Semisal, amat tidak wajar ketika seseorang mengirimkan foto dengan bagian tubuh tidak senonoh sehingga perlu segera dihindari atau diblok akunnya.

Orang tua juga perlu membangun keberanian anak untuk tegas dan berani berkata tidak kepada hal-hal demikian, baik di dunia maya maupun pergaulan nyata. Untuk menuju ke sana, orang tua terlebih dahulu wajib melek teknologi supaya bisa mengawasi pergaulan buah hati dan memproteksi mereka dari akses situs porno.

Terkait salah satu selebritas yang langsung menutup akun Instagram putrinya, Asma mengatakan hal tersebut adalah pilihan masing-masing orang tua. Namun, penulis novel Assalamualaikum, Beijing! itu mengatakan, langkah mempersiapkan anak untuk mampu menjaga diri sendiri adalah hal terpenting.

"Tidak mungkin bisa melindungi anak setiap saat, ada kalanya mereka pergi karyawisata atau kegiatan lain yang berjumpa dengan orang asing. Orang tua tidak bisa membuat anak "steril" tetapi mereka harus dibuat "imun"," ujar adik dari penulis Helvy Tiana Rosa itu.