Oleh Mutia Ramadhani
REPUBLIKA.CO.ID, Idol grup dalam manajemennya menggunakan konsep akademi. Di dalamnya dikenal istilah lulus (bagi anggota yang keluar dari grup), juga rotasi anggota. Namun, tak semua anggota yang lulus (graduate) itu karena mereka telah mencapai tahap kesempurnaan menjadi seorang idol. Bisa jadi mereka lulus karena kasus, skandal, ingin fokus pada pendidikan, mengejar impian lain, atau karena umur mereka yang sudah mencapai batas maksimum sebagai anggota idol.
Konsep akademi ini pertama kalinya digunakan oleh Onyanko Club. Mereka menerapkan 'Golden Rules' berupa tujuh aturan dasar yang tak boleh dilanggar oleh anggota-anggota idol grup. Apa saja aturan itu?
Pertama, anggota idol grup dilarang pergi ke diskotik. Kedua, anggota dilarang memberikan tanda tangan pribadi kepada siapapun, kecuali kepada item-item dagangan yang akan dijual agensi. Ketiga, anggota idol grup dilarang minum minuman keras dan merokok. Keempat, anggota idol grup dilarang mempunyai pacar.
Kelima, anggota idol grup harus membawa pengawal jika ingin pergi liburan, misalnya ke pantai. Keenam, anggota idol grup harus mengutamakan sekolah ketimbang karier. Artinya, karier tak boleh menganggu sekolah. Artinya, kehidupan seorang idol di Jepang hanya ada dua, yaitu sekolah dan kariernya sendiri. Ketujuh, anggota idol grup dilarang mengenakan pakaian mencolok dan menggunakan riasan wajah yang berat.
Konsep akademi ini menjadi populer oleh grup Morning Musume dan anggota-anggota Hello! Project. Kemudian, konsep yang sama berlanjut diikuti oleh AKB48 dan grup saudarinya, juga Momoiro Clover Z.
Namun jika dilihat sebetulnya Jepang memiliki pasar musik lebih besar dari Korea. Mereka memiliki pasar lebih beragam. Konsep J-pop di Jepang tak sekadar idol grup, seperti AKB48, Morning Musume, Kinki Kids, dan Exile. J-pop di Jepang juga berkembang dengan konsep band rock dan pop yang menakjubkan.
Kita tentunya mengenal L'arc~en~C'iel, Radwimps, Alice Nine, Luna Sea, Orang Range, dan berbagai band lainnya. Sedangkan K-pop, itu sangat identik dengan boyband dan girlband. Tak banyak terdengar grup band Korea yang populer di luar negaranya. Kita mungkin hanya mendengar band Korea, seperti CNBlue, TRAX, atau FT Island. Sebetulnya Korea memiliki banyak band, namun mereka tersembunyi di balik komersialisasi boyband dan girlband.