Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

J-Pop dan K-Pop, Apa Bedanya? (bagian 3)

Rabu, 13 Maret 2013, 16:01 WIB
Komentar : 0
last.fm
Salah satu band Korea, FT Island

Oleh Mutia Ramadhani

REPUBLIKA.CO.ID, Idol grup dalam manajemennya menggunakan konsep akademi. Di dalamnya dikenal istilah lulus (bagi anggota yang keluar dari grup), juga rotasi anggota. Namun, tak semua anggota yang lulus (graduate) itu karena mereka telah mencapai tahap kesempurnaan menjadi seorang idol. Bisa jadi mereka lulus karena kasus, skandal, ingin fokus pada pendidikan, mengejar impian lain, atau karena umur mereka yang sudah mencapai batas maksimum sebagai anggota idol.

Konsep akademi ini pertama kalinya digunakan oleh Onyanko Club. Mereka menerapkan 'Golden Rules' berupa tujuh aturan dasar yang tak boleh dilanggar oleh anggota-anggota idol grup. Apa saja aturan itu?

Pertama, anggota idol grup dilarang pergi ke diskotik. Kedua, anggota dilarang memberikan tanda tangan pribadi kepada siapapun, kecuali kepada item-item dagangan yang akan dijual agensi. Ketiga, anggota idol grup dilarang minum minuman keras dan merokok. Keempat, anggota idol grup dilarang mempunyai pacar.

Kelima, anggota idol grup harus membawa pengawal jika ingin pergi liburan, misalnya ke pantai. Keenam, anggota idol grup harus mengutamakan sekolah ketimbang karier. Artinya, karier tak boleh menganggu sekolah. Artinya, kehidupan seorang idol di Jepang hanya ada dua, yaitu sekolah dan kariernya sendiri. Ketujuh, anggota idol grup dilarang mengenakan pakaian mencolok dan menggunakan riasan wajah yang berat.

Konsep akademi ini menjadi populer oleh grup Morning Musume dan anggota-anggota Hello! Project. Kemudian, konsep yang sama berlanjut diikuti oleh AKB48 dan grup saudarinya, juga Momoiro Clover Z.

Namun jika dilihat sebetulnya Jepang memiliki pasar musik lebih besar dari Korea. Mereka memiliki pasar lebih beragam. Konsep J-pop di Jepang tak sekadar idol grup, seperti AKB48, Morning Musume, Kinki Kids, dan Exile. J-pop di Jepang juga berkembang dengan konsep band rock dan pop yang menakjubkan.

Kita tentunya mengenal L'arc~en~C'iel, Radwimps, Alice Nine, Luna Sea, Orang Range, dan berbagai band lainnya. Sedangkan K-pop, itu sangat identik dengan boyband dan girlband. Tak banyak terdengar grup band Korea yang populer di luar negaranya. Kita mungkin hanya mendengar band Korea, seperti CNBlue, TRAX, atau FT Island. Sebetulnya Korea memiliki banyak band, namun mereka tersembunyi di balik komersialisasi boyband dan girlband.

Redaktur : Fernan Rahadi
1.554 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

J-Pop dan K-Pop, Apa Bedanya? (bagian 2)

J-Pop dan K-Pop, Apa Bedanya? (bagian 1)