Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

J-Pop dan K-Pop, Apa Bedanya? (bagian 2)

Rabu, 13 Maret 2013, 15:31 WIB
Komentar : 0
showwallpaper.com
Artis J-Pop yang mendunia, Ayumi Hamasaki.

Oleh Mutia Ramadhani

REPUBLIKA.CO.ID, Dari faktor frekuensi, kedatangan artis-artis K-pop ke berbagai negara Asia lebih sering dibandingkan artis-artis J-pop. Padahal, sesungguhnya, banyak negara yang menantikan kedatangan artis-artis Jepang favoritnya untuk berkunjung ke negaranya. Mungkin ini juga yang menjadi faktor berikutnya mengapa K-pop lebih banyak dikenal dibandingkan J-pop.

Masalah lain yang dihadapi idola di Jepang adalah faktor bahasa. Saat bernyanyi, idol Jepang tentu saja menyanyikan lagu berbahasa Jepang, demikian juga idol Korea yang menyanyikan lagu berbahasa Korea. Namun, artis-artis Korea memiliki kemampuan berbahasa Inggris lebih baik dibandingkan artis-artis Jepang. Karena bahasa Inggris adalah bahasa internasional, ini juga yang membuat artis-artis K-pop lebih baik dalam hal komunikasi di luar negaranya.

Faktor berikutnya yang membedakan K-pop dan J-pop adalah pasar. Idola di Jepang hadir dengan segmen pasar utama adalah negara mereka sendiri. Sedangkan idola di Korea, mereka memang disiapkan untuk mengglobal. Oleh karenanya, konten lagu-lagu K-pop lebih sesuai dengan pasar global. Sedangkan J-pop masih memegang tradisi Jepang dengan batasan yang tak pernah bisa menembus K-pop.

Idola di Jepang, dalam orientasi pemasarannya, juga cenderung menggunakan CD, DVD, atau Bluray. Sementara idola di Korea, lebih masal memasarkan karyanya di berbagai situs musik. Penggemar cukup mengunduh mereka dari internet, dan hal ini bisa dilakukan siapa saja dan negara mana saja. Ini juga yang menjadi sebab musik-musik K-pop lebih banyak terdengar dibandingkan J-pop.

Melihat pemaparan di atas, maka penggemar J-pop di Jepang tak perlu khawatir dengan mewabahnya K-pop. Sebab, basis fans di Jepang sangat kuat karena idol mereka berkembang sejak mereka masih berupa embrio.

Survei sebuah majalah di Jepang juga menunjukkan penggemar K-pop di Jepang biasanya adalah mereka yang sudah menjadi penggemar Ayumi Hamasaki dan Namie Amuro, dua penyanyi solo Jepang yang sudah go internasional. Sedangkan penggemar idol grup di Jepang hampir bisa dikatakan tidak menjadi penggemar K-pop. Jadi, tidak semua orang Jepang menerima kehadiran K-pop.

Ada beberapa sentimen lain yang memicu pergerakan K-pop di Jepang. Penyanyi solo, boyband, atau girlband K-pop tak akan diterima di Jepang jika mereka tak bisa berkomunikasi dalam bahasa Jepang dengan baik. Mungkin hal ini yang membuat banyak artis-artis K-pop yang dituntut untuk belajar berbahasa Jepang.

Sejauh ini, ada tiga grup K-pop yang sudah sangat diterima baik di Jepang, mereka adalah Jidai Shojo (nama Jepang dari Girls Generation atau SNSD), KARA, dan BiguBangu (baca: BigBang).

Redaktur : Fernan Rahadi
6.905 reads
Hati orang yang sudah tua dapat menjadi lupa akan usianya bila ia terlalu mencintai hidup dan harta bendanya(HR Muslim)
FOTO TERKAIT:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...

Berita Lainnya

J-Pop dan K-Pop, Apa Bedanya? (bagian 1)