REPUBLIKA.CO.ID, SEOUL -- Beberapa pekan lalu, boyband 'Boyfriend' menyatakan dalam sebuah acara talk show 'Beatles Code 2' bahwa mereka belum menghasilkan keuntungan apapun sejak debut. Ini kedengarannya sedikit menyeramkan dimana boyband Korea Selatan ini rata-rata mengeluarkan sejumlah uang untuk penampilan, lagu, hingga klub penggemarnya. Sementara, pernak pernik berbau aksesoris mereka mungkin belum menjadi bahan borongan penggemar, seperti yang dimiliki Girls Generation atau BigBang yang lebih populer.
Setidaknya, aksesoris idola, seperti kaos, lightstick, stiker, kipas, hingga foto-foto mereka bisa memberikan pemasukan bagi manajemen. Namun tentunya mereka harus menjadi terkenal dulu. Jadi, apa yang dimaksud 'Boyfriend' bahwa mereka belum menghasilkan keuntungan? Berikut adalah pembahasannya oleh Soompi, Senin (11/3).
Ini mungkin bisa berarti banyak hal. Tapi, penulis yakin hal yang dimaksud adalah tekanan yang harus mereka jalani untuk menghasilkan keuntungan setelah manajemen perusahaan menghabiskan ratusan ribu dolar AS untuk melatih, mempromosikan, dan mendebutkan mereka hingga ke luar negeri.
Soompi kemudian melakukan wawancara dengan penggemar boyband lain, Best Absolute Perfect (BAP). Mereka menyebutkan bahwa anggota BAP setidaknya harus membayar biaya over the top mereka hingga satu juta dolar AS hanya untuk membuat video klip 'One Shot.' Itu adalah biaya yang dikeluarkan oleh TS Entertainment. Dia berhipotesis bahwa anggota-anggota BAP harus membayar kembali uang tersebut dengan membuat lebih banyak comeback dan tidur hanya tiga jam setiap harinya.
Konsep boyband atau girlband harus 'membayar kembali' perusahaan mereka untuk mendapatkan keuntungan semula atau break even point adalah nyata. Ada banyak cerita di Korea Selatan yang menyebutkan beberapa grup bahkan tak dibayar cukup oleh perusahaan mereka diawal-awal debut. Misalnya DBSK dan Block B. Tapi, mari kita tinggalkan topik itu. Sebaiknya kita membicarakan bagaimana sebuah perusahaan label di Korea Selatan rela mengeluarkan jutaan dolar untuk mendebutkan sebuah grup.