Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Apa Saja Makanan Tradisional Imlek di Korea? (1)

Selasa, 12 Februari 2013, 07:14 WIB
Komentar : 0
koreafood
Makanan Korea

REPUBLIKA.CO.ID,  Selamat Tahun Baru Imlek 2013! Di Korea Selatan, masyarakat menyebutnya 'the lunar New Year Seollal!'

Meskipun ROLers tidak berkunjung menghabiskan liburan dan menyaksikan perayaan imlek di Korea, namun ROL tetap ingin mengajak anda mengenal beberapa makanan tradisional ala imlek di Korea. Berikut daftarnya, dikutip dari Soompi (12/2).

 

1. Tteokguk

Korea tak akan merayakan Seollal tanpa tteokguk, sejenis sup lontong. Sup ini juga berisi kaldu dan beberapa irisan kue beras. Tteokguk dimakan pada Seollal karena dianggap memberikan keberuntungan. Mereka yang memakan tteokguk, menurut kepercayaan, juga mendapatkan satu tahun tambahan dalam hidup mereka. Jaekyung 'Rainbow' menikmati tteokguk sambil merayakan imlek tahun ini.

2. Galbijjim

Galbijjim adalah hidangan kukus Korea yang terbuat dari galbi. Daging yang digunakan biasanya daging sapi atau iga sapi. Daging dipotong dan direbus dengan kecap, minyak wijen, daun bawang, merica, dan gula. Proses memasaknya lumayan lama sehingga akhirnya menjadi semacam daging sapi rebus. Pemandu acara 'Running Man,' Haha, menikmati Galbijjim sambil merayakan imlek tahun ini.

3. Japchae

Japchae adalah hidangan khas Korea yang terbuat dari mi ubi jalar yang digoreng dengan sayuran, minyak sapi, kecap, gula, dan wijen. Hidangan ini bisa disajikan selagi dingin atau panas.

4. Namul

Keluarga di Korea Selatan biasanya akan makan tiga jenis warna sayur yang berbeda. Namul merupakan hidangan sayuran tiga warna. Biasanya sayuran itu adalah campuran dari warna hijau, putih, dan coklat. Ada tiga jenis Namul yang biasa dikonsumsi masyarakat Korea. Pertama, Sigeumchi Namul, sejenis sayur bayam yang dicampur dengan bawang merah, bawang putih dan biji wijen. Kedua, Gosari Namul sejenis mie goreng aduk berupa sayur pakis yang telah dibumbui dan menjadi lunak. Ketiga, Doraji Namul, sejenis bunga kembang kol yang dimasak. 

 

Reporter : Mutia Ramadhani
Redaktur : A.Syalaby Ichsan
1.203 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda