Selasa , 26 July 2016, 21:11 WIB

Akademisi: Pelajaran Sejarah Harus Dipraktikan

Red: Yudha Manggala P Putra
Antara
Patung Jenderal Besar Soedirman.
Patung Jenderal Besar Soedirman.

REPUBLIKA.CO.ID, YOGYAKARTA -- Dosen sejarah Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) Sardiman berpendapat, ilmu sejarah harus dipraktikkan agar siswa bisa memahami subyek pelajaran sekaligus menjadi bukti siswa mampu mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

"Harus ada praktik, jadi guru tidak hanya sekadar memberikan informasi kepada murid. Anak didik harus bisa mempraktikkan contoh konkret dari nilai tauladan yang diambil di pelajaran sejarah," ujar Sardiman saat ditemui usai mengisi seminar Lawatan Sejarah Nasional XIV di Benteng Vredeburg, Yogyakarta, Selasa (26/7) sore.

Dia menjelaskan kekeliruan yang terjadi dalam metodologi pengajaran sejarah di Indonesia terletak pada paradigma pendidikan yang masih tahap hapalan, padahal seharusnya menjadi sebuah ajang kompetisi melalui praktik nilai tauladan.

Penulis buku "Panglima Besar Jenderal Soedirman dan Rute Gerilya" itu pesimistis pengajaran sejarah di Indonesia bisa maju jika para pengajar hanya kerap memberikan penjelasan tanpa dituntun untuk melakukan contoh konkret.

"Misalnya sikap yang perlu ditiru Jenderal Soedirman adalah keberanian dan bertanggung jawab, guru harus mengajak murid untuk menerapkan sikap-sikap teladan tokoh sejarah dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya mencontohkan.

Jika siswa berhasil menerapkan sikap teladan dalam kehidupan sehari-hari, katanya, maka diharapkan mereka mampu menjadi pribadi yang arif dan memiliki sifat positif.

Dalam kesempatan yang sama, Kepala Badan Pelaksana Museum dan Monumen Pusat Dinas Sejarah TNI Angkatan Darat, Kolonel Nur Wasis turut memaparkan sejumlah karakter dari Jenderal Soedirman yang patut ditiru oleh generasi muda.

"Sikapnya antara lain jujur, sederhana, memiliki pendirian, dan disiplin bisa mempersatukan kepentingan umun, rela berkorban, dan pantang menyerah. Inilah karakter pemimpin dan pahlawan sejati," ujarnya.

Sehubungan dengan hal tersebut, Lasenas XIV diselenggarakan dengan tema "Satu Abad Jenderal Soedirman Mengukuhkan Karakter Bangsa" dan akan difokuskan untuk mengunjungi tempat-tempat bersejarah yang menjadi jalur gerilya Jenderal Soedirman serta bertemu dengan sejumlah tokoh yang terlibat langsung atau memiliki pengetahuan tentang tokoh besar nasional tersebut.


Sumber : Antara