Senin , 10 Oktober 2016, 08:10 WIB

Sejarah TNI dan Alasan Terpilihnya Sudirman Sebagai Jenderal Besar

Rep: Lintar Satria/ Red: Karta Raharja Ucu
Jenderal Besar Soedirman.

Dalam buku yang diterbitkan oleh Oxford University Press, Ulf menulis pergantian nama dari Badan menjadi Tentara meningkatkan struktur organisasi tersebut. Sebagian besar karena banyak perwira-perwira didikan Belanda yang BKR.

Sementara itu mantan opsir PETA tidak mendapatkan pendidikan staf. Tapi para mantan pasukan KNIL berpengalaman setidak-tidaknya dalam tugas-tugas staf. Karena itu mereka memenuhi syarat tugas pengorganisasian dan perencanaan militer. 

“Di antara kelima belas orang Indonesia dalam KNIL dengan pangkat letnan muda ke atas yang masih bertugas aktif dalam tahun 1942, tiga belas orang memutuskan untuk mendukung Republik,” tulis Ulf dalam buku yang terbit tahun 1982 ini. 

Pada 1942 dimana Indonesia diambil alih oleh Jepang para perwira KNIL tersebut beranggapan mereka dibebaskan tugas dari Belanda. Sekelompok opsir KNIL lainnya, yang dapat dibedakan dengan kelompok yang pertama sangat bergairah masuk kedalam Angkatan Bersenjata Republik.

Ulf menulis ketika pembentukan TKR diumumkan pada hari itu pula bekas Mayor KNIL Oerip Soemoharjdo yang telah pesiun sejak tahun 1938 diangkat sebagai Kepala Markas Besar Umum TKR. Karena mantan pasukan PETA yang terutama dari Jawa Timur dan Jawa Tengah tidak menyukai opsir bekas KNIL. Karena itu ia tidak diangkat sebagai seorang panglima tentara. 

Panglima tentara diberikan kepada Suprijadi, pemimpin legendaris dan pemberontakan PETA di Blitar. Tapi pengakatan tersebut hanya simbolis. Karena sejak pemberontakan pada bulan Februari itu Suprijadi tidak pernah terlihat lagi.