Sabtu , 13 December 2014, 17:43 WIB

Menteri Sudan Tegaskan Tumpas Pemberontak Bila Perundingan Gagal

Red: Julkifli Marbun
Republika
Sudan
Sudan

REPUBLIKA.CO.ID, KHARTOUM -- Menteri Pertahanan Sudan, Jumat (12/12) mengatakan satu ofensif militer baru akan mengalahkan pemberontak di Darfur, Nil Biru dan Daerah Kordofan Selatan, beberapa hari setelah perundingan perdamaian di Addis Ababa berakhir tanpa hasil.

Abdelrahim Mohamed Hussein mengatakan, kampanye itu "akan mengakhiri pemberontakan di semua lini," kata kantor berita SUNA mengutip pernyataannya.

Hussein berpidato di hadapan para tentara di dekat kota Nyala di wilayah Darfur, di mana pemerintah telah memerangi gerilyawan sejak tahun 2003.

Khartoum juga berjuang untuk membatalkan suatu pemberontakan di Blue Nile dan Kordofan Selatan.

Hussein tidak mengatakan jika operasi itu sudah dimulai.

Pembicaraan perdamaian antara pemerintah dan Gerakan Pembebasan Rakyat Sudan-Utara, yang beroperasi di Blue Nile dan Kordofan Selatan, berakhir tanpa hasil pada Selasa.

Dewan Keamanan PBB mengatakan pihaknya menyayangkan "ketiadaan kesepakatan akhir, dan mendesak kedua pihak untuk berpartisipasi dalam perundingan lebih lanjut pada Januari.

Sejak penutupan pembicaraan yang diperantarai Uni Afrika di Addis Ababa, telah terjadi peningkatan dalam laporan kekerasan di negara bagian Kordofan Selatan dan Blue Nile.

Juru bicara SPLM-N Arnu Lodi mengatakan Kamis, pasukan gerakan telah menangkap dua garnisun kurang dari 20 kilometer (12 mil) dari ibu kota Kordofan Selatan, Kadugli.

Pasukan SPLM-N "menimbulkan kerugian besar pada orang dan peralatan" di pasukan Khartoum, kata Lodi.

Dia tidak memberikan indikasi korban SPLM-N, dan pihak militer Sudan tidak bisa dihubungi untuk dimintai komentar Jumat.

Pertempuran meletus di Blue Nile dan Kordofan Selatan pada tahun 2011 ketika mantan pemberontak dari SPLM-N mengangkat senjata melawan Khartoum, mengeluhkan diskriminasi oleh pemerintah yang didominasi Arab Sudan.

Sumber : Antara