Selasa , 07 August 2012, 04:06 WIB

Pemberontak Bersenjata Gergaji Serang Filipina

Red: Endah Hapsari
AP
Militer Filipina
Militer Filipina

REPUBLIKA.CO.ID, COTABATO---Satu kelompok yang memisahkan diri dari gerilyawan Islam bersenjatakan gergaji dan senjata api melancarkan serangan secara serentak di 11 kota di Filipina selatan menyebabkan bentrokan dengan pasukan pemerintah.

Pejuang Kebebasan Islam Bangsa Moro (BIFF) menyerang satu detasemen tentara, menimbulkan baku-tembak di provinsi selatan Maguindanao, kata tentara dan polisi.

Sedikitnya satu tentara terluka karena pertempuran sporadis mengamuk sampai fajar, kata Kepala Kepolisian provinsi Inspektur Senior Marcelo Pintac.

Para pemberontak telah menebang pos-pos distribusi listrik sebelum fajar, menjadikan beberapa kota dalam kegelapan.

Pertempuran tersebut menimbulkan kekhawatiran akan mengakibatkan perpindahan besar penduduk desa, kata juru bicara militer daerah Kolonel Prudencio Asto, dan memaksa sekolah-sekolah untuk menutup sementara kelas untuk hari itu.

"Kami berada di posisi bertahan sekarang dan kami akan mengurus masyarakat dan rakyat," katanya, dan menambahkan bahwa penumpang juga disarankan untuk menghindari melewati sepanjang jalan raya tempat pertempuran bisa berimbas.

BIFF yang dipimpin oleh Ameril Umbrakato, seorang gerilyawan berpendidikan Arab Saudi yang memisahkan diri dari Front Pembebasan Islam Moro (MILF) yang berkekuatan 12.000 pejuang, yang telah masuk ke pembicaraan damai dengan Manila.

Umbrakato telah membual memiliki sekitar 5.000 pejuang bersenjata, meskipun para pejabat militer percaya bahwa ia hanya memiliki beberapa ratus petempur di bawah komandonya.

Umbrakato dikenal sebagai seorang pemimpin Muslim garis keras dan ia dituduh oleh mantan rekan-rekannya mengkhianati tujuan akhir pemberontakan itu yakni terbentuknya negara Islam merdeka di wilayah selatan yang bermasalah.

Pemerintah mengatakan, pihaknya merencanakan untuk menandatangani perjanjian damai dengan MILF pada akhir tahun, tetapi telah meminta pimpinan MILF untuk membantu menahan pasukan Umbrakato.

Pemberontakan Muslim dimulai pada awal tahun 1970 dan pertempuran-pertempuran telah menewaskan sekitar 150.000 orang serta mengakibatkan sebagian besar wilayah selatan ke dalam kemiskinan.

Sumber : Antara