Jumat , 10 November 2017, 08:05 WIB
Hari Pahlawan

Sultan Tiga Negara Itu Akhirnya Bergelar Pahlawan Nasional

Rep: Amri Amrullah/ Red: Karta Raharja Ucu
ist
Sultan Mahmud Syah III
Sultan Mahmud Syah III

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Indonesia akhirnya menobatkan Sultan Mahmud Syah III yang juga Raja Riau Lingga menjadi Pahlawan Nasional. Menarik, karena nama Sultan Mahmud Syah III bukan hanya dikenal di Indonesia, tapi juga negara jiran Malaysia dan Singapura, sebagai bagian dari kesultanan di Negeri Johor. Kini sultan tiga negara itu akhirnya bergelar pahlawan nasional oleh pemerintah Indonesia.

Kisah Mahmud Syah III tak lepas dari kekuasaannya memerintah Riau Lingga pada 1761-1812, merupakan Sultan yang mencakup wilayah Johor (Malaysia), Tumasek (Singapura) hingga Riau dan Lingga (Indonesia). Menurut sejarah, Raja Mahmud masih berusia setahun ketika dinobatkan sebagai Sultan menggantikan Sultan Ahmad Riayat Shah (Marhum Tengah) yang mangkat pada 1761, dengan gelaran Sultan Mahmud Syah III.

Dalam Hikayat Sejarah Raja Melayu, Sultan Mahmud Syah III disebut lahir pada tanggal 24 Maret 1756. Mahmud Syah III adalah anak bungsu dari Sultan Johor ke-13, Abdul Jalil Muazzam Syah oleh istri keduanya, Tengku Puteh binti Daeng Chelak. Saat itu orang Bugis sangat berperan dalam perdagangan di wilayah Riau dan Semenanjung Malaya. Bahkan untuk menjaga kontrol de facto terhadap kesultanan Johor, orang Bugis mengawinkan keturunannya dengan raja Melayu, termasuk cucu Sulaiman Badrul Alam Shah, Mahmud Shah III.

Mahmud Syah III menggantikan kematian kakaknya, Ahmad Riayat Syah 1770 sebagai Sultan. Pada awal masa pemerintahan Sultan Mahmud Syah III, kantor Yamtuan Muda dipegang oleh orang kuat Bugis, Daeng Kemboja. Sultan Mahmud Syah III berkuasa ketika persaingan dagang yang sengit antara Bugis dan Belanda (VOC). Sikap Sultan Mahmud Syah III yang lebih suka dengan pedagang pribumi, Bugis tidak disukai Belanda.