Senin , 16 Oktober 2017, 16:15 WIB
Pelantikan Anies-Sandi

Profil Singkat Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta (1947-2017)

Red: Karta Raharja Ucu
Gubernur Jakarta dari Masa ke Masa
Ali Sadikin

Sejak era Soewirjo sampai Sudiro, jabatan pemimpin Jakarta adalah wali kota. Jabatan pemimpin Jakarta berubah menjadi gubernur DKI sejak era Soemarno Sastroatmodjo.

6. Soemarno Sosroatmodjo (29 Januari 1960 sampai 26 Agustus 1964). Di era ini, Soemarno didampingi Henk Ngantung sebagai wakil gubernur. Politikus sekaligus seorang dokter yang memimpin Jakarta selama dua periode.

Pada masa kepemimpinannya, selain dibangun Monas, Patung Selamat Datang, dan Patung Pahlawan di Menteng, juga dibangun rumah minimum. Konsep rumah minimum ini adalah rumah dengan luas 90 meter persegi, dibangun di atas tanah 100 meter persegi, terdiri dari dua lantai, lokasinya dekat dengan tempat kerja. Proyek pertama rumah minimum dibangun di Jalan Raden Saleh, Karang Anyar, Tanjung Priok, dan Bandengan Selatan.

7. Henk Ngantung, gubernur Jakarta nonmuslim pertama. Ia memimpin Ibu Kota pada 26 Agustus 1964 sampai 15 Juli 1965. Sebelum diangkat menjadi gubernur, pelukis dan seniman itu ditunjuk Presiden Sukarno sebagai deputi gubernur di bawah Soemarno. Saat itu banyak kalangan yang protes atas pengangkatan Henk Ngantung. sukarno ingin agar Henk menjadikan Jakarta sebagai kota budaya. Apalagi Ngantung dinilainya memiliki bakat artistik.

Salah satu pengalaman yang barangkali menarik adalah tatkala presiden memanggilnya ke istana untuk mengatakan bahwa pohon-pohon di tepi jalan yang baru saja dilewati perlu dikurangi. Masalah pengemis yang merusak pemandangan Jakarta tak lepas dari perhatian Ngantung.

8. Soemarno Sosroatmodjo (15 Juli 1965 sampai 28 April 1966). Beratnya tugas gubernur pada masa itu, membuat Presiden Sukarno menjadikan jabatan di era ini setingkat menteri. Soemarno pun wajib mengikuti rapat kabinet.

9. Ali Sadikin menjadi gubernur paling populer. Ia memimpin Jakarta pada 28 April 1966 Sampai 1977 dengan didampingi RHA Wiriadinata sebagai wakilnya. Selain dikenal memimpin dengan tegas, Ali Sadikin juga terkenal dengan kebijakannya yang kontroversial, yakni melegalkan perjudian. Uang pajak hasil judi lalu digunakan untuk membangun jalan, puskesmas, dan gedung sekolah.

10. Tjokroplanolo. Pengawal pribadi Jenderal Besar Soedirman ini menjadi penguasa Jakarta pada 1977 sampai 1982. Sebelum menjabat gubernur Jakarta, selama satu tahun Tjokropranolo menjadi asisten Gubernur Ali Sadikin.

Pada Juli 1977, ia dilantik sebagai Gubernur Jakarta. Selama dia menjabat gubernur, ia sering mengunjungi berbagai pabrik untuk mengecek kesejahteraan buruh dan mendapatkan gagasan langsung tentang upah mereka. Usaha kecil juga menjadi perhatiannya. Dia mengalokasikan sekitar ratusan tempat untuk puluhan ribu pedagang kecil agar dapat berdagang secara legal. Walau begitu, kemacetan lalu lintas dan kesemrawutan transportasi kota menjadi masalah yang sulit dipecahkan. Perda yang mengatur pedagang jalanan tidak efektif, sehingga mereka masih berdagang di wilayah terlarang, menempati badan jalan, dan memacetkan lalu lintas.