Sabtu , 30 September 2017, 06:43 WIB
Pengkhianatan G30S/PKI

Waspada Bahaya Laten PKI

Red: Karta Raharja Ucu
Republika/Mardiah
Pengkhianatan G30S/PKI
Pengkhianatan G30S/PKI

REPUBLIKA.CO.ID, Partai Komunis Indonesia (PKI) memiliki riwayat panjang dalam perjalanan sejarah Indonesia. Sayangnya, sejarah yang ditorehkan partai berlambang palu arit di perjalanan bangsa ini menimbulkan pertumpahan darah. Ideologi komunis setidaknya tiga kali menyeret bangsa ini kepada perang saudara.

Pemberontakan yang dilakukan pada 1928 kepada Pemerintah Hindia Belanda berujung kepada diciduknya sejumlah tokoh nasional. Peristiwa 1948 lebih dahsyat. Pemberontakan tiga tahun pasca-Indonesia memproklamirkan kemerdekaan, PKI melakukan upaya kudeta. Di berbagai daerah, anggota dan simpatisan PKI membantai santri dan kiai. Ratusan ribu jiwa menjadi mangsa keberingasan PKI. Namun lagi-lagi, upaya mengkudeta pemerintah tersebut kandas.

Seolah tak kapok, PKI kembali berulah meski sempat 'tiarap' pada 1950. Upaya revolusi kembali digelorakan pada 1965. Kali ini sasarannya adalah para jenderal yang dituding membentuk Dewan Jenderal untuk menggulingkan Pemerintah Orde Lama pimpinan Presiden Sukarno.

Pada peristiwa yang terjadi pada 30 September 1965 itu, enam jenderal dan satu perwira TNI AD dihabisi dan jenazahnya dimasukkan ke dalam sebuah lubang di daerah Lubang Buaya Jakarta Timur. Selain korban di Lubang Buaya, empat orang menjadi martir pada peristiwa berdarah yang juga dikenal sebagai Gestok tersebut. Namun sebelum Indonesia terperosok ke dalam jurang ideologi komunis, TNI bergerak cepat. Upaya ketiga kali ini berbuah dibubarkannya PKI dan dinyatakan sebagai partai terlarang di Indonesia.

Kini setelah 52 tahun berlalu, gelora isu kebangkitan PKI belumlah reda. TNI berupaya memotong tunas-tunas PKI yang disebut sejumlah pihak mulai kembali merekah. Salah satu caranya dengan menggelar nonton bareng film G30S/ PKI karya Arifin C Noer. Pro dan kontra kembali mencuat setelah imbauan nobar film tersebut dicanangkan Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo.

Tepat 30 September, kami tim Selarung mencoba menyajikan sejumlah artikel terkait polemik perjalanan sejarah pengkhianatan PKI terhadap Indonesia. Bukan untuk mengorek luka lama, dalam edisi yang mengangkat tema 'Pengkhianatan G30S/ PKI' ini, kami mencoba memberikan gambaran bagaimana Indonesia pernah berada di lembah kelam pertumpahan darah akibat satu ideologi yang bahkan membuat seorang kakak tega membunuh adik kandungnya sendiri.

Kini jangan beranjak dari layar ponsel Anda, segera isi ulang kuota internet, juga jangan lupa seduh kopi dan isi piring dengan camilan, karena hari ini kami akan membawa Anda ke masa di mana dunia politik Indonesia menjadi gelanggang pertarungan ideologi komunis dan agama yang saling berseteru mempertahankan eksistensinya di NKRI.

Selamat membaca, tabik. Salam tim Selarung Republika.

 

Baca tulisan pertama:

Dewan Jenderal, Sukarno, Aidit dan Pengkhianatan G30S/PKI