Rabu , 06 September 2017, 19:09 WIB

Polisi Curiga akan Muncul 'Saracen Junior'

Rep: Mabruroh/ Red: Qommarria Rostanti
ABC News
Hoax. Ilustrasi
Hoax. Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Siber Mabes Polri telah mengamankan empat orang tersangka sindikat Saracen beberapa waktu lalu. Polisi curiga akan ada junior-junior sindikat ini yang nantinya melakukan hal sama.

"Kadang ya dinamikanya seperti itu, abis ditindak generasi yang sekarang turun, berhenti, eh juniornya coba-coba lagi," ujar Kabareskrim Polri, Komjen Ari Dono Sukmanto, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta, Rabu (6/9). 

Oleh karena itu, Ari berharap ada peran dari para pemangku pendidikan, terutama bagi lembaga pendidikan di sekolah-sekolah. Sekolah diharapkan mulai mengarahkan para peserta didik dalam menggunakan bahasa di media sosial. "Kami berharap kepada pemangku pendidikan, di sekolah-sekolah supaya mulai mengarahkan bagaimana sopan santun, etika keseharian, termasuk dalam berkomunikasi di sosmed," kata Ari.

Pasalnya, kata dia, akan percuma apabila kepolisian terus melakukan penindakan-penindakan bila tidak didukung dengan pencegahan. Dengan begitu, pencegahan bisa dilakukan dengan cara bersama dan bersinergi dalam membangun generasi anti hoaks. "Karena nggak bisa di atasnya saja, dari bawah-lah kita harus mulai di situ," ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Mabes Polri mengamankan sindikat penyebar informasi hoaks dan bernada kebencian di media sosial, Saracen. Sindikat ini bukan hanya melakukan perannya sendiri, melainkan juga menerima pesanan penyerahan informasi hoaks yang diminta oleh pihak tertentu.

Mabes Polri dengan menggandeng PPATK menelusuri apakah ada pihak-pihak tertentu yang telah menggunakan jasa Saracen untuk menyebarkan informasi hoaks maupun mengandung unsur SARA tersebut. Sedikitnya ada 14 rekening yang saat ini diamankan oleh penyidik dan telah diblokir.