Selasa , 19 Agustus 2014, 05:51 WIB

Warga Depok Tampilkan Kesenian Gong Si Bolong

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Erik Purnama Putra
Republika/Edwin Dwi Putranto
Seniman Gong Si Bolong, Buang Jayadi.
Seniman Gong Si Bolong, Buang Jayadi.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK – Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republika Indonesia ke-69 pada Ahad (17/8), warga Tanah Baru, Depok, menampilkan kesenian tradisional Gong Si Bolong. Kesenian asli Depok tersebut, merupakan alat musik gong yang berbentuk seperti donat.

Gong dimainkan dengan alat musik lainnya, seperti gendang Kenong Bende, terompet Kedemung, dan lainnya. Orang betawi menyebutnya, sebagai kesenian musik Gamelan Betawi, perpaduan dari Gamelan Sunda, Melayu dan Cina.

“Gong Si Bolong ini ditemukan secara ajaib di aliran sungai atau kali Kerukut. Penemunya bernama Pak Jimin,” ujar Ani Bela Safitri, warga Tanah Baru, sekaligus peneliti Gong Si Bolong, kepada Republika, (19/8). Ia menambahkan, Gong sengaja dimainkan saat 17 Agustus, untuk memperkenalkan budaya asli Depok, kepada anak muda, agar bisa mencintai dan melestarikannya.

Selain penampilan Gong unik tersebut, warga juga menggelar beragam perlombaan, seperti balap karung, makan kerupuk, tarik tambang, menangkap belut, joget balon, serta panjat pinang. Masyarakat tampak antusias berpartisipasi, terutama saat panjat pinang dimulai.

“Dari anak kecil sampai kakek-kakek semuanya ikutan, saat lomba panjat pinang, acara semakin ramai, karena mereka berkumpul untuk melihat langsung,” kata Ani. Dirinya menjelaskan, setiap tahun pihak RT dan RW memang selalu mengadakan peringatan hari kemerdekaan, demi menanamakan rasa nasionalisme kepada semua warga.