Sabtu , 19 August 2017, 03:07 WIB
HUT Bung Hatta

Hatta Belajar Ekonomi Sampai ke Negeri Belanda

Red: Karta Raharja Ucu
Bung Hatta
Bung Hatta

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Fitryan Zamzami, Wartawan Republika.co.id

Pada 1921, selepas menyelesaikan HBS, Bung Hatta bertolak ke Rotterdam. Di Belanda, ia kembali mendalami ekonomi di Erasmus Universiteit Rotterdam. Studinya banyak 'diganggu' kegiatan politik. Hatta bergabung dengan Indische Vereeniging yang kemudian mengubah namanya menjadi Perhimpunan Indonesia (PI). Hatta (lagi-lagi) menjabat sebagai bendahara pada 1922-1925 dan kemudian jadi ketua organisasi pada 1926-1930.

Pada masa-masa di organisasi tersebut, sudah terlihat kecenderungan Hatta mengaitkan kemerdekaan politik dengan kemerdekaan ekonomi. Dalam pidato pelantikannya sebagai ketua, pidato yang disampaikan Hatta berkutat soal struktur ekonomi dunia dan bagaimana hal itu memengaruhi konflik kekuasaan.

Sementara, sosialisme Hatta kian kuat saat menghadiri kongres Liga Antiimperialisme pada 1927. Dalam kongres internasional itu, pikirannya diperkaya tokoh-tokoh perserikatan buruh internasional. Meski begitu, tendensi nasionalistis Hatta bertabrakan dengan semangat internasionalisme yang dikampanyekan anasir komunis dalam kongres, termasuk oleh Semaun dari PKI yang datang terpisah dari rombongan PI.

Titik penting yang membentuk pikiran Hatta juga terjadi dua tahun sebelum kongres, tepatnya pada 1925. Saat itu, berbekal patungan para pelajar Indonesia, Hatta ditemani seorang rekannya berangkat ke

Skandinavia. Di bagian utara Eropa tersebut, ia mempelajari koperasi, sistem organisasi ekonomi yang dimiliki bersama secara demokratis oleh anggota-anggotanya.

Di Denmark, ia menyaksikan bagaimana koperasi pertanian membuat petani dan peternak bisa mengekspor mentega, keju, dan telur ayam ke Amerika Serikat. Di Swedia, ia menyaksikan kesuksesan koperasi konsumsi. Di Norwegia, ia melihat koperasi yang dibentuk para nelayan menghasilkan bisnis perikanan yang semarak.