Kamis , 18 May 2017, 17:24 WIB
2 Abad Kebun Raya Bogor

Mengungkap Tabir Sejarah Berdirinya Kebun Raya Bogor

Red: Karta Raharja Ucu
dok. Republika
Kebun Raya Bogor
Kebun Raya Bogor

REPUBLIKA.CO.ID, Kebun Raya Bogor hari ini, 18 Mei 2017 memasuki usia 200 tahun. Awalnya, kebun raya tertua ketiga di dunia itu adalah taman belakang Kantor Gubernur Hindia Belanda (Buitenzorg) pada 1817.

Kasubag Kerja Sama dan Informasi Kebun Raya Bogor-LIPI, di Bogor, Roniati A Risna, merawikan pada 15 April 1817 Prof CGC, Reinwardt seorang botanis berkebangsaan Jerman mengusulkan kepada Gubernur Jenderal Hindia Belanda di Batavia GAGP. Baron van der Capellen untuk mendirikan Kebun Botani sebagai lokasi penelitian.

"Berawal dari taman, kini Kebun Raya Bogor menjadi pusat perlindungan keanekaragaman hayati Indonesia yang sudah berkembang ke sejumlah wilayah di Indonesia," kata dia, Kamis.

"Awalnya," kata dia melanjutkan, "Kebun Raya Bogor dijadikan sebagai lokasi penelitian dan pengembangan tanaman bernilai ekonomi serta tanaman endemik Nusantara."

Wisatawan menikmati keindahan Kebun Raya Bogor. (Foto: Republika/ Yasin Habibi)

Usulan Reinwardt dipenuhi Capellen dengan memberikan sebidang tanah di halaman belakang Kantor Gubernur Hindia Belanda yang ada di Bogor. Tanggal 18 Mei 1817 dilakukan pemancangan patok pertama yang dilaksanakan Reinwardt, dibantu James Hooper dan W Kent kurator Kebun Raya Kew dari Inggris.

"Tanggal tersebut menandai berdirinya Kebun Raya Bogor yang dilakukan oleh Dr Carl Ludwig Blume selaku direktur yang baru," kata Risna.

Langkah awal, Blume melakukan inventarisasi koleksi tumbuhan yang ada di kebun, menyusun katalog kebun yang pertama dan berhasil dicatat sebanyak 912 jenis (spesies) tumbuhan. Seiring berjalannya waktu, Kebun Raya Bogor mengalami beberapa kali perubahan nama mulai dari 'slands Plantentuin te Buitenzorg' pada era Direktur Reinwardt 1817-1822 sampai Direktur Melchior Treub 1880-1910. Selanjutnya nama Kebun Raya menjadi Botanisch Tuin te Buitenzorg dimana H J Wigman 1893-1921 dan PMW Dakus 1921-1942 menjabat sebagai kepalanya.

"Pasa masa Sudjana Kassan menjabat, nama Kebun Raya menjadi Hortus Botanicus Bogoriensis. Sudjana orang pribumi pertana yang menjabat kepala kebun raya," katanya.

Risna menyebutkan, saat ini Kebun Raya Bogor merupakan salah satu satuan kerja di bawah LIPI, bersama empat kebun raya lainnya yaknk Kebun Raya Cibodas, Kebun Raya Purwodadi, Kebun Raya "Eka Karya" Bali serta Cibinong Science Center - Botani Garden (CSC-BG). "Kebun raya memiliki lima fungsi yakni sebagai pusat konservasi tumbuhan, penelitian, pendidikan lingkungan, wisata dan jasa lingkungan," kata Risna.

Sumber : Antara/ Berbagai Sumber