Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Monday, 6 Ramadhan 1439 / 21 May 2018

Cara Elegan Sukarno Boikot Israel dan Amerika

Rabu 20 December 2017 06:16 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Mantan presiden Soekarno

Mantan presiden Soekarno

Foto: Life

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Alwi Shahab

Dunia sedang mengecam Amerika Serikat dan Israel, menyusul pernyataan Presiden AS, Donald Trump yang mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Aksi Bela Palestina yang digelar rakyat Indonesia pada Ahad (17/12) kemarin menjadi bukti kecintaan Indonesia kepada Palestina. Seruan boikot produk-produk AS dan Israel pun bergema.

Aksi mengecam kebiadaban Israel terhadap rakyat Palestina sudah puluhan tahun lalu dilakukan Presiden pertama RI, Ir Sukarno. Bung Karno merupakan salah seorang pemimpin yang selalu membela perjuangan bangsa-bangsa tertindas. Ia dikenal sangat gigih membela perjuangan rakyat Palestina.

Pada 1962, ketika di Jakarta diselenggarakan Asian Games ia menolak kehadiran kontingen Israel. Jakarta terpaksa harus menghadapi konsekuensi dari Komite Olimpiade Internasional (IOC) yang menarik diri sebagai pelindung AG IV. Bahkan, IOC melarang benderanya dikibarkan di Jakarta. Puncaknya, Indonesia keluar IOC. Setahun kemudian, Indonesia menyelenggarakan Ganefo (Games of the New Emerging Forces) di Jakarta, yang sukses besar dan dihadiri 48 negara.

Sebelumnya (1957), ketika kesebelasan PSSI lolos di zona Asia dan tinggal menghadapi Israel untuk ikut ke Piala Dunia, Indonesia menolak untuk main di Jakarta atau di Tel Aviv. Indonesia hanya mau bermain di tempat netral, tanpa lagu kebangsaan. Tapi persatuan sepak bola dunia (FIFA) menolak usul RI. Akibatnya Indonesia terhambat ke Piala Dunia.

Ketika Indonesia keluar dari PBB pada 7 Januari 1964, salah satu alasan Bung Karno adalah, “Dengan menguntungkan Israel dan merugikan negara Arab (termasuk Palestina), PBB nyata-nyata menguntungkan imperialisme dan merugikan kemerdekaan bangsa-bangsa.” Bung Karno yang menuduh PBB merupakan kepanjangan tangan AS dan sekutunya, menamakan PBB lebih jelek dari mimbar omong kosong.

Apa yang dikemukakan presiden pertama RI 40 tahun lalu kini jadi kenyataan. Ketika terjadi agresi Israel ke Palestina saat ini, PBB hanya menyerukan agar Israel menarik diri dari Palestina. Dan ketika seruan ini tidak digubris Israel, PBB bungkam seribu bahasa.

Tapi, badan dunia ini bukan saja memberikan dukungan kepada AS untuk menyerang Irak, malah melakukan embargo ekonomi dan perdagangan terhadap Irak sejak 1991. Tanpa mempedulikan akibat embargonya ini, ratusan ribu warga Irak termasuk anak-anak meninggal dunia akibat kekurangan gizi. Seperti juga di Irak, PBB tidak peduli ketika pasukan-pasukan AS atas restunya menyerang Afghanistan, banyak warga sipil tidak berdosa yang jadi korban.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA