Sabtu , 07 July 2012, 08:51 WIB

Imam Masjidil Aqsha Kunjungi Cileungsi

Red: Heri Ruslan
hotelsofjerusalem.com
Masjidil Aqsha, dimanipulasi Yahudi dengan Kubah Shakhrah.
Masjidil Aqsha, dimanipulasi Yahudi dengan Kubah Shakhrah.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Imam dan Khotib Masjidil Aqsha, Palestina, Syekh 'Aly Al-Abbasy, dijadwalkan mengunjungi Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, Sabtu malam, untuk menyampaikan ceramah dalam Tabligh Akbar di Pesantren Al Fatah, Cileungsi.

Juru Bicara Pesantren Al Fatah, Ali Farkhan, di Bogor, Sabtu, mengatakan kunjungan Syekh 'Aly Al-Abbasi ke Cileungsi itu setelah Imam Masjidil Aqsha itu mengikuti Konferensi Internasional Pembebasan al-Quds dan kemerdekaan Palestina di Bandung pada 4-5 Juli lalu.

Syekh 'Aly Al-Abassy yang datang ke Cileungsi atas undangan pimpinan Pesantren Al-Fatah H. Muhyiddin Hamidy itu akan disertai sejumlah tokoh terkemuka Palestina, termasuk Dr. Ribhi Halloum Hijazi, koordinator gerakan Global March to Jerusalem (GMJ).

Ali Farkhan menambahkan tabligh akbar di lokasi pesantren di Desa Pasir Angin, Cileungsi ini akan dihadiri sedikitnya 12.000 orang dari berbagai penjuru Indonesia.
Kesempatan ini akan digunakan pula oleh pimpinan pesantren, Hamidy, untuk sosialisasi pertama hasil-hasil konferensi di Bandung.

"Konferensi telah menunjuk beliau menjadi pemimpin upaya pembebasan Masjidil Aqsha dan mendorong kemerdekaan Palestina lewat berbagai cara," kata Ali Farkhan yang juga salah satu dosen senior di jaringan Pesantren Al Fatah tersebut.

Ia menambahkan Hamidy cukup dikenal dan dihormati di kalangan pimpinan Palestina karena pernah menerobos masuk ke Gaza melewati blokade Israel untuk mengunjungi Universitas Islam Gaza (UIG). Kini jaringan pondok pesantren Al-Fatah dan UIG telah terjalin kerja sama akademis.

Para pimpinan Palestina melihat tekad dan kesungguhan Hamidy dalam mengupayakan pembebasan Masjid Al-Aqsa dari cengkeraman Pemerintah Zionis Israel dan kemerdekaan Palestina sebagai sebuah negara berdaulat.

"Itu sebabnya mengapa Syekh Al-Abbasy bersedia ke Indonesia," katanya.

Pesantren Al-Fatah memiliki lebih dari 23 pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia, mulai dari Aceh, Lampung, Kalimantan Timur hingga Maluku Utara dan Maluku. Santri yang belajar di jaringan Pesantren Al-Fatah berkisar 30 ribu orang.