Ahad , 03 Juni 2012, 14:15 WIB

Usai Lulus, 2.500 Pelajar 'Corat-coret' di Museum Fatahilah

Rep: Dwi Murdaningsih/ Red: Dewi Mardiani

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Sekitar 2.500 pelajar dan mahasiswa berkumpul di taman Fatahilah, kawasan Kota Tua Jakarta, Ahad (3/6). Mereka melakukan aksi corat-coret di taman museum. Tunggu dulu, aksi mereka bukan merusak lingkungan. Para pelajar ini corat-coret untuk memecahkan rekor MURI untuk kategori peserta membatik menggunakan canting terbanyak.

Selain pemecahan rekor, di taman Museum Fatahilah ini juga diadakan pagelaran busana batik dan pemeran UKM batik. "Ini kan habis lulus, dari pada corat-coret di sekolah kami bawa kesini," ujar Kepala Humas Bank Indonesia. Diffi A Johansyah.

Acara pemecahan rekor ini diadakan oleh Museum Teksil bekerja sama dengan Bank Indonesia, Kodam Jaya, Pemkot DKI Jaya, masyarakat pecinta batik dan pengembangan kawasan Kota Tua. Diffi menuturkan dari acara ini juga diharapkan bisa mendorong ekonomi kreatif. Ia juga yakin acara corat-coret ini bisa memacu kreativitas anak-anak.

"Kami berharap bisa mendorong tumbuhnya ekonomi kreatif, UMKM yang berbasis batik dan tenun nusantara bisa berkembang," kata dia.

Diffi berharap dari 2.500 peserta membatik yang ikut akan ada bibit baru desainer batik Indonesia. Ia melihat masing-masing daerah di Indonesia kini memiliki ciri khas. "Yang penting bisa produktif dan bisa menghasilkan uang," tambahnya.

Direktur pengawasan BPR dan pengawasan UMKM Bank Indonesia Zainal Abidin menyambut baik acara ini sebagai sarana menciptakan kreativitas bagi remaja. "Kita dorong bercoret-coret yang memiliki nilai ekonomi," ujar Zainal.