Sabtu , 30 September 2017, 12:03 WIB
Pengkhianatan G30S/PKI

Mengenal 7 Pahlawan Revolusi dan 3 Anumerta yang Menjadi Mangsa PKI

Red: Karta Raharja Ucu
Monumen Pancasila Sakti
Monumen Ade Irma Suryani Nasution

7. Kapten Pierre Tendean
Perwira yang baru berusia 26 tahun itu tewas diberondong timah panas dari senjata Cakrabirawa. Ia yang menjadi martir Jenderal Abdul Haris Nasution yang menjadi incaran PKI untuk dibunuh.

Ajudan Jenderal Nasution itu lahir pada 21 Februari 1939. Karier militernya dimulai dengan menjadi intelijen. Ia pernah ditugaskan menjadi mata-mata ke Malaysia selama konfrontasi Indonesia-Malaysia.

Pada peristiawa G30S, Pierre yang mengaku sebagai Jenderal Nasution ditangkap dan dibawa pasukan PKI ke Lubang Buaya. Di Lubang Buaya Pierre dibunuh dan dimasukan ke sumur tak terpakai bersama 6 Perwira Tinggi Angkatan Darat lainnya. Pierre pun dianugerahi Pahlawan Revolusi.

8. Brigadir Jenderal TNI Anumerta Katamso Darmokusumo.
Korban kekejaman PKI di luar Yogyakarta adalah Brigjen Katamso. Jenderal kelahiran Sragen, 5 Februari 1923 itu diculik saat bertugas di Yogyakarta.

Tubuhnya dipukuli dengan kunci mortir motor. Tubuhnya pun dimasukkan ke dalam sebuah lubang yang telah disiapkan di sekitar Kentungan, Sleman, Yogyakarta. Jenazahnya baru ditemukan beberapa hari kemudian tepatnya 21 Oktober 1965.

9. Kolonel Infanteri Anumerta R Sugiyono Mangunwiyoto

Nasib mengenaskan juga menimpa Kolonel Sigiyono. Perwira yang pernah jadi ajudan Letnan Kolonel Soeharto di zaman revolusi itu gugur bersama Brigjen Katamso usai kepalanya dihantam kunci mortir motor dan batu.

Sugiyono yang turut beraksi dalam Serangan Umum 1 Maret, lahir di Gunung Kidul, Yogyakarta, 12 Agustus 1926. Bersama Brigjen Katamso, jenazahnya dimasukkan ke lubang yang sama dan baru ditemukan setelah 20 hari kemudian.

10. Ajun Inspektur Polisi Dua Anumerta Karel Satsuit Tubun (KS Tubun)
KS Tubun adalah satu-satunya satu-satunya perwira di luar TNI yang tewas pada malam G30S PKI. Lahir di Maluku Tenggara pada 14 Oktober 1928, hidupnya harus berakhir saat memergoki pasukan Cakrabirawa mengepung rumah Jendera AH Nasution.

KS Tubun saat itu bertugas menjadi ajudan Johanes Leimena, menteri di kabinet Presiden Sukarno. Rumah Leimena bertetangga dengan rumah Jenderal Nasution.

Saat pengepungan rumah Jenderal Nasution, KS Tubun mendengar suara tembakan. Ia pun melepaskan tembakan ke arah pasukan Cakrabirawa. Sayang, karena kalah jumlah dan kalah senjata, tubuhnya pun diberondong peluru. KS Tubun gugur, namun tubuhnya tidak dibawa ke Lubang Buaya.

11. Ade Irma Suryani Nasution
Putri bungsu Jenderal Abdul Haris Nasution ini menjadi tameng untuk ayahnya. Ia gugur setelah ditembak seorang tentara Cakrabirawa dari jarak dekat.

Ade Irma lahir pada 19 Februari 1960 dan meninggal dunia pada usia 5 tahun. Nyawa Ade tidak tertolong setelah enam hari dirawat. Ia dimakamkan di kawasan kantor Wali Kota Jakarta Selatan.

 

Berikut video pengakatan jenazah tujuh Pahlawan Revolusi dari dalam sebuah lubang di Lubang Buaya. Sumber Youtube: