Jumat , 18 August 2017, 09:08 WIB
HUT Bung Hatta

Merasakan Denyut Nadi Koperasi Tertua

Red: Karta Raharja Ucu
Koperasi Simpan Pinjam Simpenan Pameungkeut Banda (SPB), Kota Tasikmalaya.
Koperasi Simpan Pinjam Simpenan Pameungkeut Banda (SPB), Kota Tasikmalaya.

Mendarah daging

Jalan sendiri. Itulah yang membuat KSP-SPB mampu bertahan hingga kini. KSP-SPB memang punya beragam cerita agar mampu bertahan. Jajang menceritakan, kekuatan KSP-SPB terletak pada loyalitas anggotanya. Bahkan, tanpa menggunakan teknik pemasaran modern sekalipun, anggota KSP-SPB terus bertambah setiap tahunnya.

KSP-SPB membuka pendaftaran anggota baru sejak April hingga September setiap tahunnya. Persyaratan pendaftarannya pun mudah karena hanya perlu surat keterangan dari RT, RW, dan kelurahan.

Selain itu, calon anggota baru tak boleh berusia lebih dari 60 tahun. Nantinya, anggota KSP-SPB wajib membayar iuran simpanan pokok sebesar Rp 30 ribu dan simpanan wajib Rp 20 ribu.

"Biasanya, tiap tahun yang daftar ada 200-an orang, kalau tahun ini sampai Juli ini ada 62 orang anggota baru," ujarnya.

Dalam upaya memperluas anggota, KSP-SPB tak punya banyak siasat dan metode. Apalagi, di saat bank-bank konvensional menggunakan teknik penjaringan anggota secara metodis. Mereka hanya mengandalkan metode klasik, yaitu teknik pemasaran dari mulut ke mulut.

Tetapi ikatan batin antara anggota dan KSP-SPB sudah terlampau mendarah daging. Rentang 83 tahun usia KSP-SPB bukanlah terbilang muda. Sehingga, tak sedikit anggota KSP-SPB yang malah turun-temurun.

"Upaya penjaringan anggota tidak ada selain cuma dari mulut ke mulut. Tapi ikatan batin kami dengan anggota kuat, jadi rata-rata anggotanya itu turun-temurun ke anaknya," ucapnya.

Tercatat sampai saat ini jumlah anggota KSP-SPB mencapai rata-rata 2.450 orang dengan aset dalam berbagai bentuk mencapai Rp 14 miliar. Anggotanya pun beragam dari segi usia, baik tua maupun muda ikut terdaftar. Termasuk pula dari segi profesinya; dari PNS, pegawai swasta, sampai buruh.

"Anggota bervariasi umur dan profesinya, cuma yang tua mungkin ada 50 persennya," sebutnya.