Jumat , 18 August 2017, 06:13 WIB
HUT Bung Hatta

Cerita Bung Hatta Belajar Ilmu Koperasi Hingga ke Denmark

Red: Karta Raharja Ucu
Republika/Adhi Wicaksono
Ilustrasi Koperasi Warga
Petugas memberikan penjelasan kepada calon anggota di sebuah koperasi syariah. ilustrasi

Animo Rakyat kepada Koperasi Berkurang

Sekretaris Jenderal Kementerian Koperasi dan UMKM Agus Muharram menilai keberadaan koperasi di Indonesia belum mampu menjawab tantangan ekonomi saat ini. Hal itu ditunjukkan dengan masih tingginya angka pengangguran.

"Padahal, seharusnya mereka itu bergabung ke dalam koperasi," kata Agus, saat dihubungi Republika.co.id, Selasa (1/8).

Memang, ia mengakui, animo masyarakat terhadap koperasi di era saat ini cenderung berkurang, terutama di kalangan generasi muda. Sebagian mereka lebih memilih untuk membangun usaha sendiri.

Apalagi, saat ini banyak koperasi yang mati suri. Kemenkop mencatat, saat ini hanya tersisa 152 ribu koperasi dari yang sebelumnya 212 ribu koperasi. "Ada 47 ribu koperasi yang sudah dibubarkan karena hanya nama doang. Tidak ada aktivitas bisnisnya dan tidak RAT selama dua tahun berturut-turut."

Karena itu, untuk kembali memopulerkan koperasi, Agus menyebut pemerintah terus gencar menjalankan program Mari Berkoperasi. Kegiatan di dalamnya termasuk sosialisasi manfaat berkoperasi dan sharing mengenai koperasi-koperasi yang sukses. Selain itu, untuk mendorong tumbuhnya gerakan berkoperasi, Kemenkop juga memberi penghargaan pada provinsi penggerak koperasi.