Selasa , 06 June 2017, 10:06 WIB
Haul Sukarno

Hati Bung Karno Tertambat di Masjid

Red: Karta Raharja Ucu
Masjid Biru atau Masjid Sukarno di San Petersburg, Rusia.
Masjid Salman ITB

Sukarno dan Masjid Salmat ITB

Menurut Imam, Bung Karno juga tidak lepas dari pembangunan masjid di Amerika Serikat. Sejarah mencatat presiden pertama dan proklamator kemerdekaan Indonesia ini juga pernah singgah dan shalat di Masjid Islamic Center Washington DC.

Dia menjelaskan, Bung Karno juga merupakan salah satu penyumbang terbesar terhadap masjid itu. "Termasuk Bung Karno itu penyumbang terbesar di Masjid Islamic di Washington juga. Kalau Arab Saudi pertama, Bung Karno nomor duanya," ujar dia.

Imam menambahkan, Bung karno memikirkan masjid-masjid tersebut juga tidak jauh dari politik. Menurut dia, Bung Karno melihat masjid tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat yang berkaitan dengan perkembangan politik kebangsaan.

Ia mengungkapkan, gagasan Bung Karno ini juga luar biasa, tetapi akhir-akhir ini mulai ditinggalkan. Dia mengatakan, Bung Karno bukan merupakan orang spekulan, melainkan negarawan yang betul-betul memikirkan Islam dari sejarah dan perannya dalam sejarah.

"Masjid tidak boleh jauh dari politik, bahkan Bung Karno melaksanakan maulid di Istana. Jadi Islam itu menyatu dengan proses-proses politik kebangsaan itu, ini gagasan yang akhir-akhir ini ditinggalkan," katanya menjelaskan.

Ahli sejarah Islam Muhammad Jazir ASP menjelaskan, Bung Karno sempat berkali-kali membuat konsep pembangunan masjid. Beberapa di antaranya selesai pada masa pemerintahan Soeharto.

Selain tiga masjid di atas, Sukarno juga menyutujui berdirinya Masjid Syuhada Yogyakarta dan Masjid Salman ITB. Menurut Jazir, masjid-masjid besar yang mendapat sentuhan tangan Bung Karno memiliki landasan filosofi yang kuat. Dimulai dengan Masjid Syuhada yang berarti pejuang, untuk mengenang jasa para pejuang yang syahid. Mereka berhasil memenangkan pertempuran senjata di Kota Baru, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Pengorbanan para syuhada ini membuat cita-cita kemerdekaan bisa tercapai. Untuk itu, dibangunlah Masjid Istiqlal di Ibu Kota yang bermakna merdeka. Maknanya setelah ada pengorbanan dari para pejuang maka lahir kemerdekaan.

Kemudian, untuk menciptakan negara yang aman, tenteram, maju, dan penuh kasih sayang adalah dengan mendidik masyarakat agar bisa menjadi warga negara yang baik. Simbolnya adalah Masjid Salman ITB. Karena selain berdiri di kampus, masjid tersebut diberi nama sahabat Nabi, Salman Alfarisi, yang tidak lain merupakan seorang arsitek cerdas.

Berita Terkait