Selasa , 06 June 2017, 13:04 WIB
Haul Sukarno

Pohon Sukarno di Arafah

Rep: Kabul Astuti/ Red: Karta Raharja Ucu
Republika/ Amin Madani
Sejumlah jamaah haji tengah memanjatkan doa dan dzikir saat wukuf di Arafah, Ahad (11/9). (Republika/ Amin Madani)
Sejumlah jamaah haji tengah memanjatkan doa dan dzikir saat wukuf di Arafah, Ahad (11/9). (Republika/ Amin Madani)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA –-- Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa menyatakan, presiden pertama sekaligus proklamator kemerdekaan Republik Indonesia, Ir Sukarno adalah sosok yang peduli terhadap masjid sebagai tempat ibadah umat Islam. Salah satu keberpihakan Bung Karno kepada umat Islam yang lekat di ingatan Khofifah diperolehnya dari cerita orang-orang sewaktu ia menunaikan ibadah haji pada 1994.

Tatkala sedang wukuf di Afarah, bisa dibayangkan betapa panasnya. Tapi, Khofifah menuturkan, ada air mancur di suatu pohon yang terus-menerus membasahi para jamaah haji yang sedang wukuf. Inisiatif menanam pohon di Arafah itu rupanya lahir dari seorang Bung Karno.

"Di situ saya dapat cerita, awal dari penanaman pohon di Arafah ini adalah oleh Bung Karno. Bung Karno mengirim tanaman dari Indonesia yang cocok ditanam di Arafah supaya nanti kalau ada jamaah haji wukuf mereka bisa berteduh di pohon karena saking panasnya," ujar Khofifah Indar Parawansa, kepada Republika.co.id, Senin (22/5).

Kini, pohon-pohon sudah mulai ditanam di Arafah. Namun, Khofifah membayangkan masa hidup Bung Karno pada 1960-an, Arafah tentu masih amat gersang. Pada puncak musim panas, suhunya bisa mencapai 52 derajat Celcius, atau bahkan lebih. Keberadaan pohon-pohon itu sangat membantu jamaah haji yang sedang beribadah.