Senin , 07 September 2015, 06:55 WIB

Pesantren Suryalaya Gelar Milad Ke-110 dan Haul Abah Anom

Red: Irwan Kelana
Dok Pesantren Suryalaya
Suasana milad ke-110 Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (5/9).
Suasana milad ke-110 Pondok Pesantren Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat, Sabtu (5/9).

REPUBLIKA.CO.ID, TASIKMALAYA – Pondok Pesantren (Ponpes)   Suryalaya berulang tahun (milad) ke-110 pada Sabtu (5/9). Milad tersebut jug bertepatan dengan wafatnya (haul) ulama sufi yang kharismatik, Abah Anom.

Puluhan ribu warga berkumpul di Ponpes  Suryalaya, Tasikmalaya, Jawa Barat,  sejak  Jumat (4/9). Puncak peringatan  milad pesantren yang mengusung tagline “Luruskan dan rapatkan shaf”   itu pada Sabtu (5/9).

"Milad tersebut juga dihadiri murid-murid Syaikh Ahmad Shahibul Wafa Tajul ‘Arifin, Mursyid Tarekat Qadiriyyah Naqsyabandiyyah PP Suryalaya dari dalam maupun luar negeri,” ujar sesepuh Ponpes  Suryalaya KH Zaenal Abidin Anwar dalam siaran pers yang diterima Republika, Ahad (6/9).

Setelah haul wafatnya Syaikh Mursyid  di Masjid Nurul Asror,  Pesantren Suryalaya memusatkan kegiatan syukuran di aula kampus Institut Agama Islam Latifah Mubarakiyyah (IAILM). Kedua acara tersebut digelar Sabtu  (5/9).

Pukul 09.20, acara dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan dengan tawassul. ”Kehadiran pondok pesantren sangat penting untuk ‘memanusiakan manusia’,” tutur Zaenal Abidin.

Selain para wakil talqin dan pengurus Yayasan Serba Bakti (YSB) Suryalaya dari berbagai daerah, tampak sejumlah undangan dari pemerintahan ikut hadir. “Mereka antara lain dari Pemprov Jabar, Pemda Tasikmalaya serta jajaran kepolisian dan TNI,” papar KH Zaenal Abidin Anwar.