Jumat , 08 October 2010, 01:26 WIB

Pemerintah Takut Bubarkan Ahmadiyah Karena Tekanan Inggris

Rep: Nashih Nashrullah/ Red: Budi Raharjo
Ilustrasi
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Pimpinan Pusat Muhammadiyah meminta pemerintah tak ragu membubarkan Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI). Sebab, JAI adalah organisasi terlarang berdasarkan hukum dan jika dibiarkan maka akan selalu memicu konflik.

Menurut Ketua PP Muhammadiyah, Yunahar Ilyas, pemerintah tak perlu khawatir dengan tekanan pihak luar. Ormas-ormas Islam siap mendukung upaya pembubaran pemerintah. “Jika tidak (dibubarkan) maka sama halnya pemerintah mencederai perasaan 80 persen Muslim di Indonesia,” ujar dia saat dihubungi Republika di Jakarta, Kamis (7/10).

Yunahar mengatakan, keraguan pemerintah disinyalir karena adanya tekanan kekuatan internasional agar tak membubarkan JAI. Terutama Inggris dan koloninya yang merupakan pusat dakwah Ahmadiyah. Dengan dalih kebebasan beragama dan hak asasi manusia, kekuatan tersebut hendak menyudutkan dan merusak citra Islam. Padahal, persoalan Ahmadiyah tak ada kaitannya dengan pengekangan hak menjalankan ibadah.

Kebebasan beragama, tegas Yunahar, tak pernah dilarang di Indonesia. Buktinyas, agama-agama selain Islam seperti Kristen, Hindu, Budha dan Konghuchu bebas melakukan aktivitasnya. Akan tetapi, inti masalah JAI telah melakukan penodaan terhadap agama. JAI telah menyimpang dari prinsip-prinsip ajaran Islam terutama konsep kenabian dan Kitab Suci.

Oleh karena itu, tegas Yunahar, alternatif sosusinya hanya dua yaitu JAI keluar dari Islam atau dibubarkan. Sekalipun kedua jalan keluar tersebut berat dan tak akan diterima JAI. Solusi keluar dari Islam tak akan diterima JAI karena akan berimbas pada hukum Islam seperti pernikahan, haji dan menggunakan simbol-simbol Islam di antaranya masjid.

Apalagi solusi pembubaran, tandas Yunahar. Tawaran ini tak akan digubris JAI. Sebab, pembubaran menyangkut persoalan ekonomi dan penyaluran dana dari Ahmadiyah Pusat. Pembubaran di tingkat bawah masih bisa dilakukan, tetapi pembubaran di level atas akan menemui hambatan lantara elit JAI tak menerima. ”Tetapi bagaimanapun pemerintah jangan gentar bubarkan Ahmadiyah, umat Islam akan mendukung,” tandas dia.

Berita Terkait