Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Rabu, 9 Sya'ban 1439 / 25 April 2018

Jepang Ubah Batavia Jadi Jakarta

Rabu 22 Juni 2016 19:05 WIB

Red: Karta Raharja Ucu

Gemeente Batavia (Gedung Balai Kota DKI Jakarta) di Koningsplein Zuid (sekarang Jalan Medan Merdeka Selatan No 9).

Gemeente Batavia (Gedung Balai Kota DKI Jakarta) di Koningsplein Zuid (sekarang Jalan Medan Merdeka Selatan No 9).

Foto: IST

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Alwi Shahab

Pemilihan kepala daerah (pilkada) yang merupakan pesta demokrasi tingkat Jakarta akan berlangsung 2017 mendatang. Jakarta sejak awal proklamasi (1945) sampai saat ini telah memiliki 17 gubernur.

Pada masa kolonial 1619-1942 tercatat 66 orang gubernur jenderal. Terakhir adalah gubernur jenderal AWL Tjarda van Stankeborg Stachouwer. Setelah 5 Maret 1942 kota Batavia jatuh di tangan Balatentara Jepang, pada 9 Maret 1942 Belanda menyerah tanpa syarat pada Jepang.

Balatentara Jepang langsung mengeluarkan UU tentang ‘Perubahan Pemerintahan Daerah’. Pulau Jawa dibagi dalam satuan-satuan daerah yang disebut Syuu (keresidenan).

 

Keresidenan dibagi dalam beberapa Ken (kabupaten) dan shi (stadgementer). Yang terakhir ini mengerjakan segala pemerintahan daerah di dalam lingkungan daerahnya. Seperti regent (bupati), wedana, asisten wedana, lurah, kepala kampung atau wijkmeester.

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA